Banjir Di Lianganggang Perlu Perhatian Khusus

Banjarbaru,KP- Kamis (07/01/2020) Bencana banjir yang masih rawan terjadi di Kota Banjarbaru terus membuat warga cukup khawatir. Beberapa waktu ini Kecamatan Liang Anggang masih mengalami banjir selain akibat curah hujan yang tinggi juga aliran air yang datang dari berbagai arah.

Banjir yang disebut warga sebagai siklus tahunan ini terjadi kembali pada beberapa waktu lalu membuat puluhan warga di evakuasi ke lokasi lebih aman. Sebagai salah satu upaya peringatan, BPBD Banjarbaru telah mendirikan posko bencana sebagai peringatan siaga banjir di lokasi tersebut.

Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari didampingi Kepala BPBD Banjarbaru, Zainie Syahranie, sempat meninjau langsung lokasi banjir di wilayah Kelurahan Landasan Ulin Selatan.

Berita Lainnya

Pertanian Miliki Potensi Menjanjikan

PPDB Tingkat SMA/SMK/SLB Dibuka

1 dari 596

“Banjir yang terjadi di Kelurahan Landasan Ulin Selatan karena selama ini masih memprioritaskan penanganan banjir di Kecamatan Cempaka yang biasanya terjadi setiap tahun. Ternyata disini terjadi dampaknya parah di sini,” jelas Emi

Emi mengatakan kondisi genangan air yang sampai saat ini tak kunjung surut. Berbeda katanya dibandingkan dengan banjir di wilayah Cempaka, yang tidak membutuhkan waktu lama sampai air surut dengan sendirinya.

“Untuk itu kami mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melakukan evaluasi penanganan banjir, khusus di wilayah Landasan Ulin Selatan. Karena ada cara yang berbeda untuk menangani kasus Banjir yang berdampak panjang,” Ujarnya

Dengan mengela karakteristik wilayah di Kelurahan Landasan Ulin Selatan ada penanganan yang berbeda karena surutnya air cukup lama sampai berminggu-minggu.

Emi juga mendorong agar adanya pembahasan lintas kab/kota yang difasilitasi pihak Pemprov terkait tindak lanjut musibah banjir. Sebab, diduga banjir yang terjadi pada awal tahun 2021 ini, lantaran adanya penyumbatan saluran di bagian pembuangan air. Dimana untuk pembuang air di wilayah Landasan Ulin Selatan lokasinya berada di antara perbatasan Kota Banjarbaru dan kabupaten Tanah Laut. Karena itu melibatkan dua daerah, jadi perlu penanganan bersama dan bisa duduk satu meja. (dev/k-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya