Masih Banyak Jalan Lingkungan Belum Beraspal

Laporan kerusakan jalan lingkungan ini setidak dikeluhkan warga pada setiap anggota dewan melaksanakan kegiatan reses

BANJARMASIN, KP – Masih cukup banyaknya jalan lingkungan di kota Banjarmasin yang mengalami kerusakan dan belum tersentuh perbaikan kembali mendapat sorotan.

Bahkan tidak hanya belum dilakukan perbaikan kata anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah, tapi tidak sedikit jalan lingkungan yang sudah puluhan tahun sama sekali belum dilakukan pengaspalan.

“Kondisi jalan lingkungan masyarakat yang belum di aspal puluhan tahun itu seperti di daerah Tatah Belayung Kelayan A Kecamatan Banjarmasin Selatan,” kata Aliansyah kepada {KP} Kamis (7/1/2021.

Menurut dia, melihat kondisi jalan seperti tersebut, tentunya akan menjadi perhatian serius bagi dirinya sebagai anggota dewan untuk diperjuangkan agar segera dilakukan perbaikan.

“Kita akan konsen memperjuangkan ini seperti infrastruktur di daerah lainnya,” kata Aliansyah anggota dewan dari F-PKS dapil Kecamatan Banjarmasin Selatan ini.

Aliansyah mengakui, khusus di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan terkait minimnya ketersediaan infrastruktur Pemko Banjarmasin sudah melaksanakan pembangunan jembatan di Kelayan A dan Kelayakan B.

“Juga beberapa jembatan kecil di Kelayan Timur, itu ada tiga jembatan,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.117

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jembatan di daerah Kelayan Timur ini penting, sebab masyarakat di wilayah itu harus pakai sampan menyeberang menuju pusat kota.

“Kita syukuri, kondisi masyarakat di sana sudah mulai dapat menikmati pembangunan,” paparnya.

Dia berharap, semua wilayah di Banjarmasin mendapatkan pembangunan secara merata , sebagaimana yang dirasakan saat ini oleh masyarakat di Pulau Bromo

“Menyusul dengan selesainya pembangunan jembatan layang yang membentang di atas sungai untuk menuju pulau itu, sehingga warga yang tinggal disana tidak lagi terisolir,” kata Aliansyah.

Lebih jauh ia mengatakan, pemeliharaan dan perbaikan jalan harus diprogramkan setiap tahun, mengingat akibat berbagai faktor dipastikan selalu ada jalan mengalami kerusakan, mulai kerusakan ringan,sedang hingga berat.

Sebelumnya ia mengakui, dengan keterbatasan anggaran tidak mungkin kerusakan jalan tersebut diperbaiki sekaligus, sehingga harus berdasarkan skala prioritas.

Disebutkan umumnya kerusakan jalan baik ringan dan berat itu adalah jalan lingkungan.

“Laporan kerusakan jalan lingkungan ini setidak dikeluhkan warga pada setiap anggota dewan melaksanakan kegiatan reses,” demikian kata Aliansyah. (nid/K-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya