Disbudpar Ingin Angkat Kubah Guru Zuhdi jadi Wisata Religi

Banjarmasin, KP – Bagi masyarakat Banjar, siapa yang tidak kenal dengan salah satu sosok almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor atau yang akrab disebut dengan nama Guru Zuhdi.

Sosok ulama besar kelahiran Alabio, 10 Februari 1972 itu sangat dikagumi oleh masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat di Kota Banjarmasin itu merupakan salah satu ulama yang mempunyai banyak jemaah.

Bahkan, walaupun beliau sudah meninggal dunia, jutaan jemaah tersebut masih saja memenuhi makam dari sang guru yang dikenal dengan ceramahnya yang jenaka tersebut.

Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin berencana ingin mengangkat kubah makam Guru Zuhdi menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Seribu Sungai.

Namun, sebelum hal itu dilakukan, Disbudpar akan melakukan koordinasi kepada pihak keluarga terlebih dahulu.

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Hak mengatakan, bahwa sosok Guru Zuhdi memang menjadi ulama besar yang berasal dari tanah Banjar.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak keluarga, terutama ahli waris beliau untuk bisa dijadikan sebagai destinasi wisata ziarah,” ungkapnya pada awak media, Rabu (6/1) sore.

Jika pihak keluarga berkenan dengan rencana tersebut. Pihaknya selaku jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan hal tersebut.

“Kita harus minta izin dulu dengan pihak keluarga, jadi kalau diizinkan kota akan mengadakan fasilitas yang memungkinkan menjadi penunjang bagi peziarah,” jelasnya.

Seperti halnya Kubah Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang lebih dikenal dengan Habib Basirih.

“Seperti kubah Habib Basirih, kita mendapat sudah mendapat izin dari keluarga, makanya kita bangun musalla gazebo dan fasilitas penunjang lainnya, dan alhamdulilah itu sangat membantu seperti saat pelaksanaan haul kemarin,” pungkasnya.

Sementara itu, Sakinah yang merupakan salah satu jemaah yang sering berziarah ke makam Guru Zuhdi yang berada di Makam yang berada di Jalan Belakang Masjid Jami, Gang Jamaludin RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara itu mengaku sangat mendukung dengan upaya yang dilakukan oleh Pemko Banjarmasin untuk memasukkan Kubah Guru Zuhdi sebagai destinasi wisata religi atau ziarah.

Berita Lainnya
1 dari 2.988

“Alhamdulillah, kalau memang ingin dijadikan wisata religi. Jadi kawasan yang ada di sekitar kubah beliau bisa lebih tertata,” ujarnya pada Kalimantan Post. (Zak/KPO-1)

Sosok ulama besar kelahiran Alabio, 10 Februari 1972 itu sangat dikagumi oleh masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat di Kota Banjarmasin itu merupakan salah satu ulama yang mempunyai banyak jemaah.

Bahkan, walaupun beliau sudah meninggal dunia, jutaan jemaah tersebut masih saja memenuhi makam dari sang guru yang dikenal dengan ceramahnya yang jenaka tersebut.

Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin berencana ingin mengangkat kubah makam Guru Zuhdi menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Seribu Sungai.

Namun, sebelum hal itu dilakukan, Disbudpar akan melakukan koordinasi kepada pihak keluarga terlebih dahulu.

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Hak mengatakan, bahwa sosok Guru Zuhdi memang menjadi ulama besar yang berasal dari tanah Banjar.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak keluarga, terutama ahli waris beliau untuk bisa dijadikan sebagai destinasi wisata ziarah,” ungkapnya pada awak media, Rabu (6/1) sore.

Jika pihak keluarga berkenan dengan rencana tersebut. Pihaknya selaku jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan hal tersebut.

“Kita harus minta izin dulu dengan pihak keluarga, jadi kalau diizinkan kota akan mengadakan fasilitas yang memungkinkan menjadi penunjang bagi peziarah,” jelasnya.

Seperti halnya Kubah Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang lebih dikenal dengan Habib Basirih.

“Seperti kubah Habib Basirih, kita mendapat sudah mendapat izin dari keluarga, makanya kita bangun musalla gazebo dan fasilitas penunjang lainnya, dan alhamdulilah itu sangat membantu seperti saat pelaksanaan haul kemarin,” pungkasnya.

Sementara itu, Sakinah yang merupakan salah satu jemaah yang sering berziarah ke makam Guru Zuhdi yang berada di Makam yang berada di Jalan Belakang Masjid Jami, Gang Jamaludin RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara itu mengaku sangat mendukung dengan upaya yang dilakukan oleh Pemko Banjarmasin untuk memasukkan Kubah Guru Zuhdi sebagai destinasi wisata religi atau ziarah.

“Alhamdulillah, kalau memang ingin dijadikan wisata religi. Jadi kawasan yang ada di sekitar kubah beliau bisa lebih tertata,” ujarnya pada Kalimantan Post. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya