Harga Ayam Ras Alami Kenaikan, Ikuti Sayur Lokal

Terhambatnya jalur distribusi dari Batulicin, Pelaihari, Banjarbaru ke arah Banjarmasin agak mengganggu kelancaran pasokan komoditas cabai dan daging ayam, sehingga berpengaruh pada persediaan.

BANJARMASIN, KP – Banjir yang merendam Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin saat ini memengaruhi pada harga kebutuhan sembako. Terutama, pada sayuran lokal yang harganya naik berlipat-lipat. Begitu dengan harga ayam ras yang juga mengalami kenaikan.

Plt Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengungkapkan, jika kenaikan harga sayuran lokal seperti bayam, kangkung, terong dan yang lainnya saat ini mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Kondisi ini terjadi karena lahan pertanian banyak yang terdampak banjir, sehingga petani mengalami gagal panen.

Sedangkan, harga sayuran seperti kol, wartel dan kentang yang didatangkan dari Pulau Jawa harganya cukup stabil karena jalur distribusi melalui Pelabuhan Trisakti.

“Sayuran lokal yang melonjak harganya hingga dua lipat, tapi untuk kol, wartel dan kentang yang didatangkan dari Pulau Jawa cukup stabil, meski naik juga tidak banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/1) kemarin.

Selain itu, calon Kadis Perindag Kota Banjarmasin yang tinggal menunggu pelantikan ini juga mengungkapkan sejumlah harga sembako lainnya di Banjarmasin.

Dari monitoring, ketersediaan bahan pokok dan bahan penting (Bapokting) cukup aman. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, telah melakukan pemantauan terkait harga dan stok ke 9 Distributor di Banjarmasin.

“Jadi, kesimpulannya ketersediaan barang kebutuhan pokok seperti beras,

Berita Lainnya
1 dari 861

minyak goreng, tepung, Gula, mie instan dan yang lainnya masih cukup aman hingga satu bulan kedepan. Harga di tingkat Distributor juga tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Ditambahkan, terhambatnya jalur distribusi dari Batulicin, Pelaihari, Banjarbaru ke arah Banjarmasin agak mengganggu kelancaran pasokan komoditas cabai dan daging ayam, sehingga berpengaruh pada persediaan.

Ia mengatakan, harga dari distributor sebenarnya tidak meningkat namun harga di pasar tradisional mengalami kenaikan, seperti cabai merah biasa Rp 50.000 per kilogram yang sebelumnya harganya Rp 35.000 per kilogram. Sementara, cabai merah keriting Rp 75.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 45.000 per kilogram.

“Cabai rawit merah lokal langka di pasaran kalaupun ada harganya Rp 140.000 per kilo. Sedangkan, cabai rawit hijau harganya malah turun jadi Rp 60.000 per kilo dari sebelumnya Rp 90.000 per kilo.

Sementara, lanjutnya, untuk daging sapi stoknya cukup aman dan harganya stabil di Rp 125.000 per kilogram.

Demikian pula, harga ikan sungai, seperti ikan Papuyu harganya masih tetap Rp 100.000 per kilogram, ikan Haruan Rp 65.000 per kilogram.

Namun, ikan patin harganya naik menjadi Rp 25.000 per kilogram meski stok terpantau cukup banyak.

“Stok ikan yang berkurang adalah ikan Nila, karena banyak tambak ikan yang hanyut akibat banjir, namun harganya masih tetap Rp 35.000 per kilogram di banding hari sebelumnya. Ikan laut segar harganya tetap tidak ada perubahan demikian juga dengan ikan asin,” sebut Ichrom.

Untuk daging ayam ras, katanya lagi, sedikit mengalami kenaikan, meski tak terlalu signifikan.

“Harganya naik dari sebelumnya Rp 33.000 per kilo, hari ini menjadi Rp 34.000 per kilo namun daging ayam ras di pasar lebih banyak dijumpai dari pada hari kemarin,” tutupnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya