Siklus Banjir Tahunan Terparah Sejak 15 Tahun Terakhir

Banjarmasin, KP – Beberapa hari ke belakang, hampir seluruh wilayah di Kota Banjarmasin tergenang. Ketinggian air diketahui bervariasi, mulai dari semata kaki yang paling rendah, hingga paling tinggi sepinggang orang dewasa.

Kabid Sungai, Dinas Pembangunan Umumdan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengatakan, genangan sendiri terjadi akibat air sungai pasang, yang berbarengan dengan curah hujan tinggi.

Bahkan kondisi itu diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

“Nampaknya ini siklus 15 tahunan. Kalau tidak salah 2004 lalu juga parah seperti ini,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.

Menurutnya, dari data yang didapat, tinggi pasang air sungai kala itu berada di 2,5 meter dari titik 0. Alias sudah diatas rata-rata yang biasanya berada dibawah 2 meter.

Ketinggian tersebut belum lagi ditambah dengan curah hujan yang tinggi, hingga akhirnya terjadi genangan di mana-mana.

“Kita memprediksi tinggi air pasang ini masih akan berlangsung hingga Sabtu, (16/01) mendatang,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.167

Lantas, apa upaya yang sudah dilakukan Pemko?

Thony mengakui, tidak bisa berbuat apa-apa, jika itu menyangkut kondisi tinggi pasang air sungai. Karena itu adalah kiriman dari laut.

Namun, untuk mengatasi genangan akibat dari curah hujan tinggi, Thony mengklaim telah melakukan normalisasi sungai-sungai dan pembersihan saluran drainase.

Baginya, sungai – sungai yang ada masih mampu menampung curah hujan sebesar apapun. Namun karena berbarengan dengan air pasang, maka sulit untuk mencegah terjadinya genangan.

“Kita tidak punya uang triliunan untuk membuat bendungan seperti Amsterdam. Menunggu dan bersabar mudahan surut secepatnya,” tukasnya.

Sebelumnya, hampir semua wilayah di Kota Banjarmasin sudah terendam dalam beberapa hari belakangan ini, yang diprediksi akibat air sungai pasang berbarengan dengan puncak musim hujan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Banjarmasin menaikkan status yang awalnya Waspada menjadi Siaga Darurat.

“Ini merupakan hasil darinkoordinasi lintas sektor yang kita lakukan tadi siang,” imbuhnya. (zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya