Jadi Orang Pertama Divaksin, Siapa Takut

Banjarmasin, KP – Setelah Presiden RI, Joko Widodo dan petinggi negara lainnya divaksin Covid-19, Rabu (13/01) kemarin, sekarang giliran seluruh Kepala Daerah di seluruh Indonesia yang mendapat vaksinasi.

Di tingkat Kota Banjarmasin, sebelum dilakukan terhadap Tenaga Medis yang menjadi prioritas, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut.

Dilaksanakan secara seremonial di halaman kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, yang juga diikuti oleh Ketua Organisasi Profesi Kesehatan Kota Banjarmasin.

Sebagai orang yang pertama, Ibnu harus melalui beberapa tahapan dari petugas medis sebelum mendapat suntikan vaksin. Alias sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)

“Pertama memperlihatkan undangan SMS dari 1199. Kemudian skrining atau tanya jawab, dan dilanjutkan pengecekan kondisi kesehatan. Terakhir baru proses penyuntikan,” paparnya pada awak media usai mendapatkan suntik vaksin, Kamis (14/01) pagi.

Ibnu mengaku, tidak merasakan gejala apapun setelah divaksin. Bahkan tidak ada sama sekali merasakan pusing. Meskipun diakuinya saat proses penyuntikan ada sedikit rasa sakit dibagian tangan.

“Walaupun sebenarnya setelah divaksin itu harus duduk dulu sambil menunggu reaksi,” tambahnya.

Berita Lainnya

Suntikan Vaksin Dibalas Senyuman ODGJ

1 dari 3.002

Dirinya mengaku tidak merasa takut akan efek samping yang atas vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya. Hal tersebut karena keamanan dan kehalalan vaksin sudah dijamin oleh lembaga terkait.

Ibnu berharap, setelah dirinya mendapatkan suntik vaksin ini bisa terbentuk antibodi yang menguatkan imunitas dalam melawan virus corona.

“Kita harapkan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat agar mau menerima vaksin,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, bahwa jatah vaksin sebanyak 13.480 vial tersebut akan disuntikkan kepada 6.590 orang yang menjadi sasaran vaksin.

Sasaran utama yang menerima vaksin pada tahap pendistribusian pertama ini adalah para tenaga kesehatan.

“Jumlah tersebut adalah untuk dua kali penyuntikan. Vaksin itu hanya akan diterima oleh para tenaga kesehatan yang sudah terdaftar dan disetujui oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya vaksin, akan timbul kekebalan atau imun tubuh dari kelompok masyarakat untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya