Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Warga Kebanjiran Bingung, Harga LPG 3 Kg Melambung

×

Warga Kebanjiran Bingung, Harga LPG 3 Kg Melambung

Sebarkan artikel ini
IMG 20210125 134215
Gas Melon Mahal - Melambungnya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg kini kembali menjadi keluhan masyarakat. Di tengah musibah banjir, warga terpaksa harus membeli tabung gas melon dengan harga mahal di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 50.000. Dibandingkan HET yang hanya Rp 17.500. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 Kg kini kembali menjadi keluhan warga, sebab harga nya kini melambung tinggi. Di tingkat pengecer, harganya berkisar dari Rp 28.000 ribu hingga tembus Rp 50.000 per tabung dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang masih Rp 17.500.

Kalimantan Post

Seperti dikatakan Mia, warga Komplek Persada Raya 3, Handil Bakti, Batola. Ia dan warga sekitar harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli gas tabung berwarna hijau melon tersebut.

“Kemarin kami beli harganya bervariasi mulai Rp 28.000 sampai Rp 36.000. Itupun terkadang susah mencarinya, soalnya sering kehabisan,” ujarnya kepada Kalimantan Post, Senin (25/1).

Mia, mengatakan di pangkalan pun, gas tabung melon ini stoknya sering habis. Biasa datangnya juga 1 minggu sekali, terlebih di saat banjir seperti ini.

“Tak pernah kebagian kalau beli di pangkalan. Lagi pula, jika mau beli harus memiliki kartu yang dikeluarkan oleh pangkalan setempat. Sedangkan saya tidak punya kartunya,” terangnya.

Lain lagi dengan Fajar, warga Jalan Martapura Lama Km 8, Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Ia menuturkan, di tempatnya harga gas 3 Kg ada yang jual hingga mencapai Rp 50.000 per tabung.

“Di sini harganya sangat mahal, dijual di eceran berkisar Rp 35.000 sampai Rp 50.000. Mau tidak mau terpaksa dibeli, soalnya buat memasak sehari-hari. Itupun barangnya belum tentu ada. Sudah mahal, kosong pula,” keluhnya.

Di situasi seperti ini, tambah Fajar, warga tak bisa berbuat banyak. “Yang pasti, harga gas 3 Kg mahal. Bingung juga, mungkin ada yang sengaja mengambil keuntungan di tengah kondisi banjir seperti ini,” ucapnya.

IMG 20210125 145543

Kondisi yang sama dilontarkan oleh Agus, Yadi dan Ujang, relawan yang membantu penyaluran logistik bagi korban terdampak banjir di Martapura.

Baca Juga :  Emas Antam Merosot Rp45.000

Agus bersama teman-temannya, mengaku kesulitan untuk memasak di dapur umum yang berlokasi di Gang Pribadi, Sekumpul, Martapura, disebabkan susah mencari LPG 3 Kg di tingkat eceran.

IMG 20210125 142814

“Kios-kios yang menjual LPG banyak yang kehabisan, sebagian lagi tutup karena kebanjiran. Akses jalan darat juga susah dilewati karena air pasangnya cukup dalam. Kalaupun ada, harganya sampai Rp 40.000 di warung atau kios,” ungkapnya.

Untuk berhemat, sambung Agus, tim relawan di dapur umum tempatnya bergabung, terpaksa memasak menggunakan bahan bakar kayu.

“Kami berharap, pihak terkait
segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Kasihan, masyarakat banyak yang mengeluh di tengah kepungan banjir. Sudah kesusahan, ditambah lagi harga gas melon mahal,” tandasnya. (opq/KPO-1)


Iklan
Iklan