Warga Penyintas Banjir di Terminal KM 6 Mulai Diserang Penyakit, Layanan Kesehatan Cuma 2 Jam

Banjarmasin, KP – Warga penyintas banjir yang saat ini tengah mengungsi di Terminal Tipe B Km 6 Banjarmasin mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari ispa seperti flu dan batuk, meriang, serta gatal-gatal.

Namun sayangnya layanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah kota setempat terbilang sangat singkat, hanya dua jam dalam sehari.

Sedangkan jumlah pengungsi yang menginap di lokasi tersebut berjumlah 504 orang.

Hal tersebut diketahui usai awak media mencoba mendatangi tempat pengungsian yang ada di bangunan kios Terminal Km 6, Rabu (20) siang.

Sepertinya yang diungkapkan oleh salah satu pengungsi, Nurhayati. Ia mengaku beberapa hari mengeluhkan tidak enak badan.

“Sudah beberapa terakhir ini tidak enak badan. Anak juga begitu. Sementara cuman minum obat paracetamol sama pakai minyak kayu putih,” ucap wanita berusia 53 tahun ini saat dibincangi awak media.

Menurut warga Kelurahan Pemurus Luar itu, selama enam hari dirinya di pengungsian, ia belum bisa memeriksakan kondisi kesehatannya ke posko kesehatan yang tersedia di pengungsian.

Hal tersebut terjadi lantaran jam operasional posko kesehatan yang dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tersebut sangat singkat.

Berita Lainnya
1 dari 1.307

“Posko kesehatan ada tapi cuma buka dua jam. Dari jam 10 sampai jam 12 siang saja. Periksanya pun rebutan, jadi kita tidak sempat,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rosita, wanita berusia 55 tahun ini mengaku telah kehilangan suara akibat batuk yang dideritanya.

Selain itu, warga Gang Tanjung Pura, RT 28 ini juga merasakan kondisi badan yang sudah tidak fit.

Namun Rosita masih beruntung, ia bisa memeriksakan kesehatannya walaupun hanya diberi obat seadanya. Sehingga ia bisa minum obat yang tersedia agar tetap bisa bertahan.

“Tidak bisa periksa di posko lagi. Dua jam saja petugasnya ada. Setelah itu pulang,” cetusnya.

Selain dua wanita paruh baya tadi, di pengungsian tersebut juga terdapat warga lansia (lanjut usia) berusia 70 tahun yang hanya bisa terbaring menahan penyakitnya. Yakni Masripah.

“Alhamdulillah orang tua saya mendapat obat dari petugas kesehatan, ya walaupun hanya obat maag yang diberi petugas kesehatan,” ujar Sulastri yang merupakan anak kandung dari Masripah.

Tidak hanya itu, Sulastri menambahkan bahwa ibunya juga menderita penyakit sendi seperti rematik.

Menanggapi keluhan yang diungkapkan pengungungsi itu, Pj Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengaku akan mengevaluasi kinerja Dinkes.

“Nanti kita evaluasi, kalau warga merasa kurang lama pelayanannya nanti kita sampaikan pada dinkes agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa berjalan maksimal,” ujarnya singkat. (zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya