Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Intrusi Air Laut Makin Parah, PAM Bandarmasih Hentikan Produksi di Intake Sungai Bilu

×

Intrusi Air Laut Makin Parah, PAM Bandarmasih Hentikan Produksi di Intake Sungai Bilu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260823 WA0002 e1787436461398

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com — Intrusi air laut ke Sungai Bilu semakin parah akibat musim kemarau panjang.

Kondisi ini menyebabkan kadar garam pada air baku terus berada di level sangat tinggi hingga melampaui 1.000 ppm.

Kalimantan Post

Sepanjang Sabtu (22/8/2026), kadar garam di Intake Sungai Bilu terpantau stabil di atas 1.000 ppm. Kondisi tersebut membuat air baku tidak memungkinkan untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) pun terpaksa menghentikan sementara seluruh produksi dari Intake Sungai Bilu. Penghentian dilakukan demi menjaga kualitas air yang diterima masyarakat.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan tingginya kadar garam merupakan dampak serius dari intrusi air laut yang diperparah musim kemarau panjang.

“Hari ini kadar garam di Intake Sungai Bilu terpantau sepanjang hari masih stabil tinggi, di atas 1.000 ppm. Dengan kondisi seperti ini, produksi dari Intake Sungai Bilu harus dihentikan total karena air baku tidak memungkinkan untuk diproses dan didistribusikan,” ujar Zulbadi.

Penghentian produksi tersebut berdampak langsung terhadap debit distribusi air. Sejumlah wilayah pelayanan berpotensi mengalami penurunan tekanan hingga aliran air terhenti, bahkan berpotensi mati total apabila kondisi sumber air baku tidak segera membaik.

Zulbadi mengakui kondisi ini berdampak terhadap pelayanan pelanggan. Namun, menurutnya, kualitas air tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan. PAM Bandarmasih, kata Zulbadi, terus melakukan berbagai langkah untuk mempertahankan pelayanan dan mempercepat pemulihan distribusi.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” katanya.

Baca Juga :  Pekapuran A Bergemuruh, Anak-anak hingga Dewasa Adu Seru di Lomba Kemerdekaan

PAM Bandarmasih mengimbau pelanggan menghemat penggunaan air dan memanfaatkannya secara bijak selama kondisi darurat berlangsung. Penghematan diperlukan karena penurunan produksi dapat memengaruhi kontinuitas aliran di sejumlah wilayah.

Kondisi kadar garam di Sungai Bilu akan terus dipantau secara intensif. Informasi mengenai perkembangan air baku dan pelayanan akan disampaikan melalui kanal resmi PAM Bandarmasih.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas pengertian, kesabaran, dan dukungan pelanggan selama menghadapi kondisi darurat akibat intrusi air laut tersebut. (Nau/KPO-1)

Iklan
Iklan