Bawa Bantuan dan Mainan Anak, Warga Sambut Kedatangan Relawan APS dan Cetana

Barabai, KP – Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), genap satu bulan sejak awal terjadi yakni pada 14 Januari 2021. Banyak hal yang harus menjadi perhatian bagi wilayah yang berada di Pegunungan Meratus itu. Mulai dari segi penyaluran logistik hingga upaya pemulihan bagi warga yang tertimpa musibah.

Salah satunya adalah wilayah Kecamatan Hantakan, Barabai, HST. Kawasan tersebut diketahui menjadi wilayah yang paling parah terdampak oleh terjangan air hujan yang datang secara tiba-tiba.

Pasalnya, banyak rumah sekaligus harta milik warga setempat yang hanyut terbawa derasnya luapan Sungai Hantakan.

Karena itulah, warga yang berada di kabupaten tetangga yakni Hulu Sungai Utara (HSU) yang menamakan dirinya sebagai Relawan Amuntai Peduli Sesama (APS) dan Relawan Cepat Tanggap Bencana (Cetana), tergerak untuk ikut serta dalam penanganan sekaligus proses evakuasi warga penyintas banjir.

Korlap dari kedua kelompok relawan tersebut, Buya Yusuf menceritakan, pihaknya merasa terpanggil dan tak bisa berdiam diri ketika melihat kondisi salah satu wilayah yang dikenal dengan keasrian hutan hujan khas Kalimantan itu.

“Sejak 14 Januari lalu, kami ikut dalam proses evakuasi warga yang ada di daerah perkotaan Barabai, HST. Disana ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa, dan itu bertahan selama tiga hari,” ungkapnya pada Kalimantan Post, Minggu (14/02) pagi.

Selain membantu proses evakuasi, kedua relawan dari Bumi Saraba Kawa itu juga melakukan proses penyaluran bantuan dari donasi yang mereka kumpulkan dari para donatur di HSU. Baik berupa sembako, makanan jadi, maupun pakaian layak pakai yang diberikan kepada warga penyintas banjir.

Ia membeberkan, Kecamatan Hantakan merupakan wilayah yang terdampak paling parah akibat terjangan air bercampur material pegunungan pada bulan lalu.

“Hampir seluruh Desa di Kecamatan Hantakan itu terkena dampak. Akibatnya banyak rumah warga yg rusak, hilang dan bahkan sampai ada korban jiwa,” bebernya.

Karenanya, pada Jumat 12 Februari yang lalu, ia beserta rombongan dari kedua kelompok relawan tersebut memutuskan untuk naik ke desa yang diketahui merupakan wilayah terparah yang terdampak banjir. Yakni Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

Dengan berjumlah 20 orang relawan laki-laki dan 5 orang relawan perempuan, mereka berangkat menuju Desa Mangkiling yang kira-kira memiliki jarak dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

“Kami membawa bantuan sembako dan kebutuhan anak-anak yang rencananya akan kami bagikan di Desa Arangani, Datar Azab dan mangkiling. Disana merupakan desa paling ujung terkena dampak banjir bandang beberapa minggu lalu di,” ujarnya menambahkan.

Berita Lainnya
1 dari 393

Perjalanan menuju masing-masing desa tersebut tidaklah mudah. Pasalnya, ada beberapa akses atau jalan menuju ke lokasi dalam menuluskan niat untuk berbagi terhadap sesama sebagai bentuk kemanusiaan itu terputus. Sehingga menghalangi proses pendistribusian bantuan.

Bahkan terdapat beberapa titik jalanan yang tertutup tanah longsor akibat tidak bisa lagi menahan beban guyuran air hujan.

“Banyak yang longsor. Jadi banyak ruas jalan yang terputus dan tidak bisa dilalui baik menggunakan roda empat maupun roda dua. Kondisi jalanan pun sangat licin. Apalagi ketika habis diguyur hujan,” tukasnya.

Ia mengaku, berbagai macam halangan kendala yang ia lewati tersebut tidak mematahkan semangat para relawan yang sengaja berangkat meninggalkan aktivitas di rumahnya demi misi kemanusiaan.

Setelah lebih satu jam perjalanan, para relawan sampai ke desa pertama, yakni Desa Datar Ajab. Terlihat dengan jelas kondisi pedesaan yang awalnya arsi kini luluh lantak akibat terjangan banjir.

Banyak rumah warga yang hancur bahkan hilang tersapu banjir, khususnya rumah warga di pinggiran sungai, sisa-sisa kayu, lumpur dan batang pohon sisa banjir bandang terlihat berserakan dimana-mana.

“tak perlu berlama-lama, saat itu kita langsung menyerahkan sebagian bantuan yang kita bawa kepada warga yang masih selamat di desa ini. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Desa Mangkiling yang jaraknya kurang lebih 3 Km dari Desa Datar Ajab,” paparnya.

Sampai di desa mangkiling para relawan langsung menemui Mansah, yang merupakan Ketua RT di desa setempat untuk menyerahkan bantuan berupa sembako dan lainnya.

Disamping itu Relawan APS Perempuan juga menyempatkan diri untuk memberikan mainan kepada anak-anak dan menghibur mereka.

“Terima kasih atas semua bantuan ini kepada para relawan HSU, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Karena selama ini kami tidak bisa berbelanja untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” imbuh Mansyah.

Menurutnya, tidak hanya harta benda milik warga yang hilang terbawa arus. Warga di Desa Mangkiling juga banyak yang kehilangan hasil kebun akibat rusak diterjang banjir.

“Kalaupun ada, kami tidak bisa menjual hasil kebun itu. karena akses untuk menuju ke luar desa masih rusak dan belum bisa dilewati,” pungkas Mansyah.

Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Arangani. Di sana mereka berhenti sejenak untuk memanggil anak-anak di desa tersebut.

“Di Arangani kota juga membagikan mainan dan menghibur para anak-anak. Sekitar 60 orang bocah di desa itu yang menyambut kami dengan rasa gembira dan penuh kebahagian,” tutup Buya Yusuf.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya