Jembatan Loklahung HSS Jangan Digunakan Angkut Kayu Hutan

Kandangan, KP – Jembatan Datu Mangkuraksa Jaya di Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) telah selesai dibangun dan bisa dilewati roda empat. Diharapkan tidak digunakan untuk aktifitas penebangan kayu hutan.

Hal itu dipesankan Bupati HSS Achmad Fikry, saat meresmikan jembatan rangka baja itu, Kamis (4/2/2021) pagi.

Jembatan Datu Mangkuraksa Jaya dibangun dengan lebar sekitar 5 meter dan panjang 50 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Tedy Soetedjo menjelaskan, Jembatan Desa Loklahung dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pembangunan pondasi, abutmen dan oprit pada tahun 2019.

Tahap kedua di tahun 2020 dibangun struktur utama jembatan dan utilitas kelengkapannya, seperti pagar pengaman, jalan cor beton dan lampu penerangan.

Pembangunan tahap pertama selama 147 hari kalender, dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.344.557.566. Sedangkan tahap kedua selama 185 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp. 4.928.393.300.

Tedy mengatakan, selesainya jembatan itu maka transportasi penghubung dari Desa Loksado menuju Desa Loklahung, Tumingki, dan Kamawakan atau sebaliknya menjadi lancar. Sehingga aktifitas perekonomian masyarakat bisa lebih nyaman, bahkan akan mempermudah kegiatan pembangunan lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 528

Ke depan pihaknya juga akan memperbaiki jalan di Desa Loklahung, Tumingki dan Kamawakan agar lebih baik dan bisa dilalui kendaraan roda 4.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kelestarian alam, dengan tidak memakai jembatan untuk keperluan penebangan pohon hutan,” ucap Tedy.

Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan, jembatan permanen sudah lama diidamkan masyarakat Kecamatan Loksado.

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat diminta kesepakatan agar tidak menggunakan jembatan untuk keperluan penebangan kayu, serta mobilitas truk pengangkut kayu.

“Pemkab HSS sudah membangunkan jembatan seperti yang diharapkan masyarakat Kecamatan Loksado, jembatan ini jangan digunakan untuk keperluan penebangan kayu serta mobilitas truk pengangkut kayu. Kita sepakat ingin menjaga kelestarian alam kita,” tutur bupati, mengingatkan masyarakat.

Dibangunnya jembatan itu ujarnya, sudah sejalan dengan kebutuhan saat ini. Sebab dengan tingkat ekonomi masyarakat yang cukup tinggi, masyarakat membutuhkan akses mobilitas yang tinggi pula.

Bupati mendoakan, jembatan itu bermanfaat dan bisa dipelihara masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Awet tidaknya jembatan ini tentunya sangat bergantung dengan penggunaannya oleh masyarakat,” pungkasnya. (tor/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya