Normalisasi Sungai Wajib Jadi Skala Prioritas, Terutama Kawasan Pinggiran

Normalisasi dan pembenahan sungai selama ini hanya terfokus pada Sungai Martapura melalui pembangunan siring seperti Siring Tendean dan Siring Sudirman

BANJARMASIN, KP – Anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Sukhrowardi mengatakan program normalisasi sungai harus dijadikan skala prioritas untuk mengatasi dan mencegah agar musibah banjir tidak terulang kembali.

Terkait program itu ia meminta Pemko Banjarmasin secara konsisten untuk melaksanakan seluruh normalisasi sungai di kota ini. Terutama sungai di kawasan pinggiran.

Masalah kata Sukhrowardi , karena hampir sebagian besar sungai di kota ini khususnya di daerah pinggiran dalam kondisi sangat memprihatinkan.

” Itu jika Pemko sungguh-sungguh ingin merealisasikan program untuk menormalisasi seluruh sungai yang ada di kota ini sesuai visi misi walikota Ibnu Sina,” kata Sukhrowardi kepada {KP} Senin (1/2/2021).

Menurut penilaian Sukhrowardi , normalisasi dan pembenahan sungai selama ini hanya terfokus pada Sungai Martapura melalui pembangunan siring. Seperti Siring Tendean dan Siring Sudirman.

Semenetara lanjutnya, program normalisasi sungai di kawasan pinggiran hingga sekarang banyak yang belum tersentuh.

Sebelumnya anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini mengakui, untuk merealisasikan program sungai sangatlah dibutuhkan penyediaan anggaran yang cukup besar. Belum lagi adanya kendala yang seringkali dihadapi di lapangan.

Berita Lainnya

Vitamin Gratis Selfii untuk Warga Isoman

1 dari 3.218

Seperti ungkapnya, ketika mengerjakan proyek pembangunan siring sungai yang lokasinya dirasakan cukup berat lantaran berada di sepanjang belakang rumah warga, sehingga tidak jarang kontraktor kesulitan untuk mengangkut material.

Sukhrowardi mengatakan, di tengah banyaknya kondisi sungai yang kini dalam kondisi cukup memprihatinkan memprihatinkan tentunya apa yang telah diprogramkan Pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bukanlah hal yang mudah untuk direalisasikan..

Mengingat kata Sukhrowardi. , hampir seluruh tepian sungai di kota ini sudah terlanjur berdiri banyak bangunan seperti halnya rumah tempat tinggal warga. Sehingga menyadari hal demikian, tentunya upaya untuk membenahi dan melakukan normalisasi sungai sangatlah dibutuhkan dana yang sangat besar.

Salah satunya yaitu, ketersediaan dana untuk keperluan menertibkan dan membebaskan rumah warga agar ketika pekerjaan normalisasi sungai dapat berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala di lapangan.

Sukhrowardi mengatakan untuk mengembalikan fungsi sungai di kota ini diperkirakan Pemko Banjarmasin membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun.

Ia juga memperkirakan, dari seluruh sungai yang ada di Kota Banjarmasin baru sekitar 10 persen yang sudah di normalisasi, baik melalui pengerukan maupun melalui pembangunan siring.

” Dari jumlah itu artinya Pemko Banjarmasin hanya mampu melaksanakan program normalisasi sungai hanya satu persen setiap tahunnya,“ ujar Sukhrowardi.

Lebih jauh dikemukakan , berdasarkan perhitungan di kota Banjarmasin terdapat sekitar 150 sungai dengan panjang keseluruhan kurang lebih 228 kilometer.

” Dari seluruh panjang sungai ini baru sekitar 15 kilometer yang sudah dilakukan normalisasi,“ demikian kata Sukhrowardi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya