Arsip Nasional RI Apresiasi Dispersip Kalsel

Banjarmasin, KP – Demi menyelamatkan Arsip untuk regenerasi yang akan datang serta menjaganya. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar Webinar secara Virtual dengan Tema ‘Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Bencana’ yang berlangsung Rabu (17/3/2021).

Kepala Dinas Dispersip kalsel Hj Nurliani Dardie mengatakan, Arsip adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur dan terencana. Baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan.

Sistem kearsipan yang diselenggarakan secara optimal akan memperlancar kegiatan dan tujuan lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan. Mengingat jumlah arsip yang semakin banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang lebih dikenal dengan sistem kearsipan melalui beberapa pekerjaan atau kegiatan untuk mengelola arsip yang ada.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat serta arsifaris baik yang berada di Provinsi maupun Kabupaten/Kota bisa mengelola dengan baik,” katanya.

Sementara Arsifaris Muhammad Fajri mengatakan dengan dilakukannya sosialisasi ini, merupakan langkah baik dan maju dimana arsip merupakan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan.

Berita Lainnya

Gebyar Vaksinasi di 9 Tempat Ibadah

1 dari 2.664

“Seperti pasca bencana jika arsip ada yang rusak dan hilang, dengan acara teresbut mereka mengetahui bagaimana penanggulanngan serta perbaikanya,” katanya

Ia juga menambahkan betapa pentingnnya sebuah arsip selain sebagai bukti nyata perjalan suatu perkembangan. Bisa pula sebagai bukti sejarah untuk regenerasi berikutnnya. Seperti contoh arsif statis dimana arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan.

“Contoh arsip statis Proklamasi ALRI dimana mengandung sejarah, Pembangunan Jembatan Barito dan lain sebagainnya,” sebut Fajri.

Sementara DR Kandar Drirektur Prevasi Arsip Nasional Republik Indonesia memberikan apresiasi yang sangat luar biasa dimana Provinsi Kalsel yang melangkah maju kedepan dalam melaksanakan kearsipan.

“Semoga ini menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mengikuti jejak Dispersip Kalsel yang terus melangkah maju di dunia leterasi,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut yang secara virtual disaksikan secara langsung 1.825 peserta. (fin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya