ASN nya Positif Corona, Blok D Pemko Dilockdown

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin akhirnya memutuskan untuk menutup atau lockdown seluruh aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun staf yang bekerja di Blok B, Balai Kota Banjarmasin.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Banjarmasin, Muhkyar mengatakan, keputusan tersebut diambil akibat adanya temuan sebanyak 10 orang pegawainya masuk dalam daftar terkonfirmasi positif Covid-19.

Kendati demikian, kesepuluh orang tersebut tiga diantaranya sudah sembuh dan satu telah meninggal dunia.

“Mereka terindikasi positif virus Corona sejak Kamis kemarin,” ucapnya saat ditemui awak media, Selasa (16/03) siang.

Alhasil, dua SKPD yang ada di blok D tersebut harus menjalankan pola Work From Home (WFH), yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Selain itu, juga terdapat tiga bagian yang juga berlokasi di gedung Blok D tersebut. Yakni Bagian Kesra, Tata Pemerintahan dan Pembangunan yang juga harus menjalankan WFH.

“Tapi untuk pelayanan administrasi dan publik tetap berjalan dengan catatan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Saat ditanya terkait penyebab utama penularan virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu terjadi di Blok D Gedung Pemko, Mukhyar hanya menjawab bahwa ASN yang pertama tertular itu terjadi di keluarga yang bersangkutan.

Berita Lainnya
1 dari 2.642

“Ada juga pegawai yang sebelumnya yang mempunyai gejala flu yang tidak sembuh-sembuh dilakukan swab PCR dan akhirnya diketahui ada yang positif Covid-19,” bebernya.

Disamping itu, berhembus kabar bahwa adanya temuan kasus Covid-19 di Balai Kota kali ini terjadi akibat perjalanan dinas ke luar daerah yang dilakukan oleh salah satu SKPD.

Namun hal tersebut ditepis oleh Mukhyar. Penjabat (Pj) Sekda Kota Banjarmasin ini mengaku saat ini bahwa pihaknya masih belum termonitor mengenai hal tersebut.

“Kalau adanya indikasi keluar kota itu belum termonitor, siapa dan kemana,” tukasnya.

Ia melanjutkan, mereka yang terindikasi terpapar virus telah menjalani perawatan di rumah sakit. Namun ia belum bisa memastikan, apakah mereka terpapar saat melakukan perjalanan dinas, atau dari keluarga di rumah.

“Kita belum bisa pastikan apakah berasal dari perjalanan dinas. Karena informasinya juga tertular dari keluarga di rumah,” tambahnya.

Mukhyar melanjutkan, untuk mengantisipasi penularan virus di lingkungan perkantoran, pihaknya telah melakukan penyemprotan seluruh blok. Dan sesuai Surat Edaran (SE) penerapan Work From Home (WFH) masih diberlakukan.

Meski demikian, Ia memastikan bahwa pelayanan administrasi dan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasanya.

“Ada sekitar 75 persen yang di WFH. Di Kesbangpol Kita berlakukan sampai Kamis nanti, (18/03),” tandasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya