BNN Minta Gencarkan Tes Urin di Tempat Kerja

Banjarmasin, KP – Guna menekan angka peredaran narkoba dan psikotropika di lingkungan masyarakat, khususnya di tempat kerja. Badan Narkotika Nasional Kota (BNN) Kota Banjarmasin meminta setiap perusahaan bisa gencar melakukan tes urin.

Kepala BNN Kota Banjarmasin, AKBP Agus Lukito menjelaskan, langkah tersebut merupakan pencegahan secara dini yang wajib dijalankan oleh perusahaan secara rutin.

“Karena dengan rutin melakukan tes urin terhadap karyawan, kita bisa mengetahui apakah lingkungan kerja kita sehat atau tidak dari pengaruh narkoba,” jelasnya usai membuka rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan swasta, Rabu (24/03) siang.

Karena itulah, pihaknya selaku instansi pemerintah yang menangani bidang pemberantasan narkotika menggandeng berbagai pihak swasta (perusahaan) dalam memberikan penyuluhan terkait pencegahan peredaran narkoba tersebut.

“Ini masalah kita bersama. Untuk itu kami berharap dari pihak swasta bisa ikut berperan aktif dalam memberantas narkoba,” harapnya.

Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sudah masuk Dalam kategori darurat narkoba. Pasalnya, negara berkembang ini bukan lagi sebagai wadah transit bagi pengedar narkoba, namun sudah menjadi pangsa pasar yang menggiurkan bagi para bandar narkoba.

“Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang banyak memiliki pelabuhan dan tidak bisa terpantau semua. Ini sangat potensial untuk pasar narkoba,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.201

Tidak hanya itu, ia menambahkan, darurat narkoba yang disandang negara ini juga dikarenakan adanya temuan kasus narkotika yang melibatkan oknum aparat. Dari Polisi, Jaksa bahkan anggota BNN.

“Bahkan sampai anak-anak juga ikut terlibat. Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) juga menjadi tempat belajar bagi tahanan yang lain untuk terjun ke bisnis haram itu, tidak memberi efek jera,” tukasnya.

Sehingga pria dengan sapaan Agus itu berharap setiap badan usaha khususnya yang ada di Kota Banjarmasin bisa melakukan deteksi dini di tempatnya masing-masing.

“Kami harap para petinggi perusahaan bisa menyisihkan anggaran agar bisa melakukan tes urin para pegawainya untuk mendeteksi dini karyawan yang terpengaruh narkoba. Kemudian juga untuk memastikan bahwa di lingkungan kerja kita tidak ada peredaran narkoba.” Paparnya.

Untuk itu, Agus meminta agar setiap badan usaha memiliki regulasi tersendiri di intern perusahaannya sendiri. Seperti pengguna narkoba ada disanksi. Sehingga bisa memastikan lingkungan kerja clean dari peredaran narkoba.

“Saya menyadari keterbatasan kami untuk mengcover seluruh banjarmasin. Tetapi dengan bantuan semua pihak termasuk dari swasta hal ini dapat ditanggulangi secara maksimal,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan (Kalsel), Sri Kusminingsih mengaku siap mengakomodir apa yang diharapkan oleh Kepala BNN Kota Banjarmasin tersebut.

“Akan kita koordinasikan dengan seluruh perusahaan agar bisa melakukan pemeriksaan ini demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari narkoba,” ujarnya singkat. (Zak/Fik/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya