Dua Pelaku Penusukan Mahasiswa Ditangkap

Banjarmasin, KP – Petugas Satreskrim Polresta Banjarmasin akhirnya berhasil mengungkap kasus penusukan hingga berujung tewas terhadap seorang Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Dua pelaku, yakni Erpandi dan Wahyu, warga Kelayan, diantar pihak keluarga guna menyerahkan diri ke Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Minggu (28/2) sekitar pukul 17.00 WITA.

Saat dikonfirmasi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM melalui Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi membenarkan hal tersebut.

“Alhamdulillah berkat bantuan Allah, terduga pelaku penusukan sudah kita amankan. Keduanya sudah meringkuk di sel tahanan Mapoltesta Banjarmasin,” tutur Alfian kepada awak media, Minggu (28/2).

Ia mengungkapkan, saat penyelidikan, tim gabungan mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri dari pelaku, lalu tim mengidentifikasi beberapa orang yang diduga pelaku.

“Setelah dicocokan foto beberapa terduga pelaku tersebut kepada saksi. Oleh saksi membenarkan salah satu tersebut merupakan pelaku. Lantas tim melakukan pencarian pelaku,” ucapnya.

Kasat mengungkapkan, pihaknya sempat melakukan pengintaian ke rumah pelaku hingga beberapa hari.

“Kita juga melakukan pendekatan dan memberikan pengertian kepada kakak pelaku. Hingga akhirnya sore tadi (kemarin) diantar kakaknya pelaku menyerahkan diri ke Mapolresta Banjarmasin,” ucapnya.

Berita Lainnya

Residivis Mainkan Belati Takuti Warga

1 dari 1.233

Terkait barang bukti yang diduga digunakan untuk melukai korban, berupa senjata tajam oleh pelaku sudah dibuang.

“Kedua pelaku akan di jerat dengan Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHPidana,” tegasnya.

Mengingatkan, peristiwa penusukan mahasiswa hingga tewas tersebut, berawal dari korban bersama temannya membeli nasi goreng di kawasan Lingkar Dalam Selatan, Kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin Selatan, Jumat (5/2) lalu sekitar pukul 02.00 WITA.

Saat itu korban bersama temannya menunggu untuk membeli nasi goreng. Kemudian korban tidak sengaja melihat ke belakang karena merespon suara handphone pelaku berbunyi.

Pelaku yang tidak senang dilihat lalu membentak korban dan berujung cekcok.

Hingga datang dua orang lagi teman pelaku, yang salah satunya langsung menusuk dan dibantu dengan pelaku yang sejak awal cekcok dengan korban.

Korban pun ambruk lantaran setelah mendapatkan lima tusukan, persinya di bagian perut sebelah kanan bawah dua tusukan, perut sebelah kiri atas satu tusukan, dan di bagian ketiak kiri ada dua tusukan.

Luka yang cukup parah, korban Wildan akhirnya meninggal dunia pada Senin (22/2) pukul 12.00 WITA. (yul/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya