Resahkan Pedagang, Disperdagin Bentuk Tim Pembinaan Anjal

Beberapa hari kebelakang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kelakuan dari anjal dan pengamen

BANJARMASIN, KP – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengamen di kawasan Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru, Kota Banjarmasin, rupanya kerap membuat resah para pedagang dan pengunjung di dua kawasan itu.

Pasalnya, beberapa hari kebelakang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kelakuan dari anjal dan pengamen tersebut.

Kepala Bidang Peningkatan Sarana dan Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar, Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar membeberkan, keluhan warga yang sampai ke meja kerjanya tersebut berupa perilaku oknum anjal dan pengamen yang suka mengganggu kenyamanan, baik pembeli maupun pedagang.

“Ada anjal yang meminta uang secara paksa, malah ada yang suka menyiram baju milik beberapa pedagang,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (15/03) siang.

Untuk menanggulanginya, pria dengan sapaan Tezar itu memutuskan untuk membentuk Tim Pembinaan Anak Jalanan dan Pengamen yang bertugas di dua lokasi perniagaan terbesar di Kota Banjarmasin itu.

“Tim ini kita bagi jadi dua kelompok yang tugasnya berpatroli dan memberi pembinaan kepada anjal dan pengamen ini secara persuasif,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Dengan adanya patroli dan pembinaan yang dilakukan secara persuasif tadi, Tezar berharap cara tersebut bisa memberikan efek jera terhadap para anjal dan pengamen yang meresahkan tadi.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan aparat penegak hukum, Polsekta Banjarmasin Tengah.

“Ini kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal. Sehingga bisa teratasi sesuai peraturan dan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Selain itu, kedepannya ia mengaku tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk membina anjal. “Jika memang diperlukan, kita akan berkoordinasi dengan Dinsos untuk dibina ke rumah singgah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa tim yang dibentuk pada 10 Maret 2021 ini sudah tiga kali menjalankan tugasnya di lapangan dan berhasil memberi pembinaan terhadap 6 kelompok pengamen.

Namun dalam dua minggu kedepan, Tezar menambahkan, bahwa tim yang dibentuknya tersebut akan turun setiap hari, mulai Senin sampai dengan Jumat secara pergantian.

“Semoga semua warga pasar sebagai aktor apapun bisa mencari rezeki dengan baik dan benar, mari bersama kita meraih barokah. Dan bisa membantu mengurangi keresahan warga di kawasan tersebut,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya