Satu Bayi Kembar Korban Tenggelam Ditemukan

dua korban belum ditemukan, yakni kakak korban Radika Wijaya (5) dan kembarannya Anindita Putri

MARABAHAN, KP – Satu dari bayi kembar pengantin yang tenggelam di Sungai Barito ditemukan mengapung di Sungai Barito depan PT Tanjung Raya Polywood (TRP) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (15/3), sekitar pukul 17.30 WITA.

Namun saat ditemukan, bayi bernama Abyasa Rafa Wijaya berumur 6 bulan, warga Desa Jambu atas RT. 005 Kecamatan Kuripan Kabupaten Batola tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Jasad bayi malang tersebut ditemukan motoris kelotok yang tanpa sengaja melihat jasad korban seperti boneka sedang mengapung. Lalu melaporkan ke Pos Polisi Satuan Polisi Air Polres Batola.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk dilakukan visum lebih lanjut sambil menunggu keluarganya untuk melakukan penjemputan.

Sehari sebelumya, jasad ayah korban Nova Wiyanto (27) ditemukan oleh tim relawan gabungan di Perairan Sei Barito Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sehingga dari peristiwa kelotok tenggelam tersebut menyisakan dua korban yang belum ditemukan, yakni kakak korban Radika Wijaya (5) dan kembarannya Anindita Putri berumur 6 bulan.

Sementara istri korban bernama Rahmah (23) masih dalam perawatan di rumah sakit, karena sempat diselamatkan oleh warga yang sedang lewat menggunakan kelotok ketika insiden nahas tersebut terjadi.

Berita Lainnya
1 dari 1.243

Kasatpol Air Polres Batola AKP Dading Kalbu Adie, saat dikonfirmasi membenarkan satu lagi korban tenggelam ditemukan.

“Saat ini masih dua korban yang belum ditemukan. Dan masih dilakukan pencarian dengan penyisiran oleh anggota bersama Tim Relawan dan anggota Polsek Kuripan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, peristiwa malang yang menimpa satu keluarga ini terjadi di Perairan Sei Barito Desa Jambu Lama Kecamatan Kuripan Kabupaten Batola, Sabtu (13/3), sekitar pukul 15.00 WITA.

Kala itu Nova beserta istri dan tiga anak termasuk bayi kembar, berangkat dari perumahan PT.TBM menggunakan kelotok mesin ciis. Dengan maksud untuk berobat ke daerah Palangkau Lama Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketika sedang berlayar di tengah Sungai Barito, tiba-tiba cuaca berubah buruk.

Membuat kelotok yang ditumpangi keluarga tersebut diterjang oleh gelombang besar akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

Kelotok kemasukan air dan tenggelam, sehingga mengakibatkan keluarga tersebut masuk dalam air sungai dan tenggelam.

Beruntung sang istri Rahmah sempat melambaikan tangan, tanda minta tolong dan berhasil diselamatkan warga yang kebetulan melintas dengan kelotok. Namun saat ditolong, kondisinya sudah lemas dan dievakukasi ke tepi sungai Barito.

Sedangkan suaminya Nova dan satu bayi kembarnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini masih dua korban yang dilakukan pencarian oleh tim relawan dan petugas. (fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya