Satu Buaya Kelaparan Berhasil Dievakuasi

Banjarmasin, KP – Petugas Animal Rescue berhasil mengevakuasi seekor reptil buas jenis buaya muara yang kelaparan dari salah satu rumah toko (ruko) milik warga di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (8/3) sore.

Buaya itu merupakan peliharaan milik salah satu salah satu warga bernama Wawang, yang dikurung di dalam kolam berukuran 2×1 di belakang ruko.

Salah satu Petugas Animal Rescue, Andy Putra menjelaskan, bahwa sikap liar yang diperlihatkan buaya muara yang itu dikarenakan pola makan yang tidak sesuai dengan tubuhnya.

“Buaya ini beratnya sekitar 25 Kg, tapi makanan yang diberikan hanya ikat sepat saja,” ucapnya saat ditemui awak media usai melakukan proses evakuasi.

Ia mengatakan, keberadaan binatang berdarah dingin itu diketahui saat pihaknya mendapat laporan dari pemilik buaya jika hewan yang dipeliharanya selama kurang lebih dua tahun itu sudah tidak bisa lagi dijinakkan, dan mulai menunjukkan sifat aslinya sebagai binatang buas.

“Pemiliknya meminta kita untuk mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman dan mampu memberi makan dengan layak,” imbuhnya.

Pria dengan sapaan Andy itu menuturkan, alasan dievakusinya buaya tersebut lantaran si pemilik buaya khawatir kalau-kalau buaya terlepas dari kandangnya. Terlebih ketika air sungai yang belakangan kerap meninggi.

Berita Lainnya
1 dari 2.648

“Kemudian di sekitar ruko pemilik buaya, juga banyak anak-anak. Semakin menambah kekhawatiran pemilik,” ungkapnya.

Saat proses evakuasi, Hanafi yang juga anggota Animal Rescue itu menceritakan, reptil yang dikenal dengan gigi tajam dan kulit kerasnya itu mengeluarkan sifat liarnya dengan mengamuk dan berusaha melepas jeratan petugas yang ingin mengangkat buaya tersebut dari kolamnya.

Alhasil, petugas memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk bisa menjinakkan serta mengevakuasi buaya berukuran 1,2 meter itu. “Kami cukup kewalahan saat mengevakuasi,” ujarnya.

Alasannya, selain kandangnya yang tergolong sempit, sekali lagi karena naluri hewan buasnya yang kembali muncul. Tim pun terpaksa membekap moncong buaya, menutup mata buaya, hingga menindih tubuh buaya.

“Dengar-dengar kabar, lantaran tak lagi dikasih daging. Alias hanya dikasih ikan-ikan kecil sebagai makanannya. Makanya jadi buas,” timpalnya.

Beruntung, evakuasi berlangsung sukses tanpa mengalami kendala yang berarti. Kalaupun ada hambatan, karena kandang yang semula dibawa tim untuk mengevakuasi, terlampau kecil dibandingkan tubuh buaya yang dievakuasi.

“Alhamdulillah, masih bisa diangkut di mobil bak terbuka,” ungkapnya seraya mengatakan bahwa buaya yang dievakuasi bakal diantar kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, untuk penanganan lebih lanjut. (Zak/KP-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya