Tak Semua Siswa Dapat Izin Ujian di Sekolah

Banjarmasin, KP – Ujian Sekolah (US) yang dilaksanakan secara tatap muka di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin resmi dimulai hari ini, Senin (29/03).

Namun di hari perdana pelaksanaan ujian kelulusan bagi siswa kelas 9 ini ternyata tidak sepenuhnya diikuti oleh seluruh siswa.

Pasalnya, berdasarkan pantauan awak media, di SMP Negeri 7 Banjarmasin saja terdapat tiga orang yang tidak bisa hadir ke sekolah untuk melaksanakan US secara luring atau tatap muka.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan Prasarana SMP Negeri 7 Banjarmasin, Rahman menjelaskan, memang masih ada orang tua murid yang ragu untuk memberikan izin agar anaknya bisa ikut US.

Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan dua metode pelaksanaan ujian sekolah secara luring oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin tersebut.

“Kami menggunakan 2 metode yakni secara tatap muka dan online. Karena masih ada orang tua siswa yang ragu jika anaknya turun ke sekolah,” ungkapnya saat ditemui awak media, Senin (29/03) pagi.

Sehingga, pihaknya pun memberi persyaratan untuk siswa yang akan mengikuti ujian secara daring, yakni harus menyediakan minimal dua buah handphone atau laptop, demi menunjang US secara daring.

“Satu untuk mengerjakan soal ujiannya yang satu untuk monitoring (mengawasi), supaya adil ujiannya. Jadi yang tatap muka diawasi di dalam kelas, yang online diawasi kamera,” bebernya.

Ia menjelaskan, sebelum melaksanakan US tatap muka, pihaknya telah memberikan surat edaran kepada orang tua siswa terkait hal tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 3.201

Sehingga menurutnya, tidak ada unsur paksaan jika terdapat orang tua siswa yang meragukan anaknya untuk ikut berhadir dalam proses US tatap muka.

“Kita panggil para orang tua siswa, kita jelaskan dan kita beri pilihan mau ikut US secara tatap muka atau ujian daring,” jelas Rahman.

Pelaksanaan US tingkat SMP tersebut dilaksanakan sampai tanggal 9 April 2021. Dari 179 siswa kelas 9, SMP Negeri 7 Banjarmasin yang ikut ujian. Jumlah itu sudah termasuk 3 siswa yang ujian online.

Ujian dibagi menjadi 11 ruang kelas yang diisi 17 sampai 18 siswa di dalamnya. “Yaa semoga sampai hari ke 11 ujian ini berjalan sukses,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP, Disdik Kota Banjarmasin, Sahnan menuturkan, jika pihaknya memaklumi apa yang menjadi keputusan orang tua siswa.

“Kita memaklumi kalau orang tua khawatir dengan keselamatan anaknya. Soalnya kan ini masih dalam kondisi pandemi,” ujarnya pada KP melalui sambungan telepon, Senin (29/03) siang.

Kendati demikian, ia memastikan jika setiap sekolah sudah menjalankan protokol kesehatan seperti yang sudah ditetapkan oleh Satgas Penanganan Cobid-19 Kota Banjarmasin.

Saat ditanya mengenai jumlah siswa di tingkat SMP yang tidak bisa mengikuti US secara tatap muka, Sahnan mengaku jika saat ini pihaknya masih belum mengetahui

“Kami belum mengetahui berapa totalnya, tapi kalau waktu belajar tatap muka kemarin memang ada yang orang tuanya keberatan, tapi jumlahnya sedikit,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan Monev (Monitoring dan Evaluasi) setiap hari ke masing-masing sekolah. Agar pelaksanaan US tatap muka bisa berjalan dengan lancar. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya