Dewan Minta Pemko Ralisasikan Pembangunan Incinerator

Apalagi Pemko Banjarmasin sudah memiliki Rumah Sakit Sultan Suriansyah, sehingga guna menopang pembuangan limbah medis perlu peralatan memadai seperti incinerator

BANJARMASIN, KP – Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaeni meminta agar Dinas Kesehatan merealisasikan pembangunan incinerator atau alat pembakar sampah medis.

Kepada {KP} Senin (26/4/) Isnaeni mengatakan, pembangunan incinerator sudah dimasukkan pada rencana kerja atau program kegiatan Dinas Kesehatan dalam 2021 tahun ini

Menurutnya, Pemko Banjarmasin sudah saatnya memiliki incinerator untuk mengatasi masalah sampah di kota ini, terutama sampah dari limbah medis.

Apalagi lanjutnya, Pemko Banjarmasin sudah memiliki Rumah Sakit Sultan Suriansyah, sehingga guna menopang pembuangan limbah medis di rumah sakit itu perlu peralatan memadai seperti incinerator.

Meski demikian sebelum proyek itu direalisasikan Isnaeni juga mengingatkan agar mentaati persyaratan sesuai aturan berlaku, diantaranya keharusan memiliki Izin Amdal.

Dikemukakan persyaratan itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan

Peraturan Pemerintah Nomor : 18 Tahun 1999 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, serta Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Terkait persyaratan itu Isnaeni menegaskan, setiap usaha terkait dengan limbah B3 diwajibkan untuk mendapatkan izin lingkungan atau izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) terlebih dahulu.

Berita Lainnya
1 dari 2.770

Masalahnya kata Isnaeni melanjutkan, limbah B3 tidak hanya sangat berbahaya dan beresiko bagi terhadap manusia tapi juga lingkungan hidup.

” Karena itu dalam pengelolaannya wajib dilakukan dengan pendekatan prinsip kehati-hatian melalui penerapan instrumen perizinan, mulai dari penyimpanan, pengumpulan dan pengangkutannya hingga pemanfaatan serta pengelolaan bahkan penimbunannya harus diatur dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin memastikan tahun 2021 akan merealisasikan membangun incinerator atau alat pembakar sampah medis dengan anggaran pembangunan mencapai Rp 6 miliar.

” Rencananya, incinerator akan dibangun di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Lingkar Selatan dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Mahli Riyadi.

Machli mentarget, pembangunan incinerator rampung dikerjakan pertengahan 2021 tahun ini lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya seperti tempat penampungan sampah medis.

Menurutnya, saat ini sudah dalam proses pengurusan Izin Amdalnya saja yang belum selesai. ” Selebihnya, sudah tidak ada masalah lagi, target kita pertengahan 2021 incinerator sudah bisa digunakan,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, keberadaan insinerator sangat diperlukan guna menopang pembuangan limbah medis khususnya pada RS Sultan Suriansyah yang sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.

Saat ini lanjutnya,, RS Sultan Suriansyah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pemusnahan sampah medis. Dimana, proses pemusnahan dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga dengan biaya mencapai Rp. 1.3 miliar per tahun.

Machli optimis jika incinerator dioperasikan ada keuntungan bagi Pemko menambah pemasukan PAD karena dalam operasinya nanti akan melayani pembuangan limbah medis untuk rumah sakit lainnya di Banjarmasin. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya