Dongkrak Partisipasi Pemilih, Banjarmasin Libur Saat PSU?

Banjarmasin, KP – Ancaman berkurangnya partisipasi pemilih saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin pada 28 April mendatang menjadi momok tersendiri.

Selain dikarenakan pandemi Covid-19, ancaman tersebut diperkuat dengan proses pelaksanaan PSU yang akan digelar di tengah kesibukan masyarakat di bulan suci Ramadhan.

Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tetap menginginkan terjadi ya peningkatan partisipasi pemilih dalam proses PSU yang akan digelar di tiga kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan itu.

Bahkan, Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar mengaku, bahwa pihaknya menginginkan tingginya partisipasi pemilih dibandingkan ketika Pemilu 9 Desember 2020 yang lalu.

“Tentu kita ingin partisipasi pemilih lebih meningkat dari yang kemarin,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Selasa (13/04) siang.

Karena itulah pihaknya akan memaksimalkan proses sosialisasi di tengah masyarakat terutama di tiga kelurahan yang melaksanakan PSU nanti, diantaranya Mantuil, Murung Raya, dan Basirih Selatan.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

“Sosialisasi di daerah sana harus ekstra agar saat PSU nanti jumlah pemilih itu paling tidak sama dengan kemarin. Tapi lebih baik meningkat dari itu. Kita lihatlah kedepannya tanggal 28 itu nanti seperti apa,” imbuhnya.

Selain gencar lakukan sosialisasi guna meningkatkan partisipasi pemilih. Pemko Banjarmasin juga masih memikirkan opsi lainnya. Yakni akan dijadikan hari libur ketika pelaksanaan PSU nanti.

Ia menuturkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di tiga wilayah PSU diperbolehkan mengambil izin libur.

“Kalau diliburkan secara keseluruhan tidak, menyesuaikan kalau ada ASN di daerah sana boleh libur,” bebernya

Lantas, apakah untuk karyawan swasta juga bisa mendapat libur agar bisa datang ke TPS dan memberikan hak suaranya?

“Untuk swasta nantinya akan disesuaikan. Kalau kami mengambil kebijakan memang menyesuaikan saja. bisa libur bisa tidak dilihat dari kepentingannya di sana,” sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya masih mempertimbangkan. Kalau pelaksanaan PSU nanti diliburkan akan berpotensi untuk meningkatkan partisipasi pemilih atau tidak. Karena itu ia mengaku bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi kebijakan yang ada.

“Kita akan evaluasi lagi dan akan kita tentukan apakah harus libur atau tidak untuk yang berdomisili di tiga kelurahan tadi,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya