Dulu di Dalam Pakai Piring, Sekarang di Luar Pakai Styrofoam

Banjarmasin, KP – Kegiatan buka bersama (bukber) yang biasanya dilakukan Masjid Raya Sabilal Muhtadin akhirnya kembali bisa ditemui.

Pasalnya, di Ramadhan tahun 1442 H kini setiap masjid termasuk Masjid terbesar di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini sudah boleh mengadakan kegiatan bukber, dengan catatan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, salat tarawih dan takmir di setiap masjid pun juga sudah boleh untuk dijalankan. Bahkan tradisi bukber yang tidak ditemui pada tahun 2020 kemarin akhirnya kembali hadir.

Tentu hal tersebut menjadi obat bagi masyarakat yang rindu akan suasana buka bersama di masjid bersejarah bagi kemerdekaan di tanah Banjar tersebut.

Belum lagi masyarakat yang rindu dengan hidangan khas yang hanya ditemui di bulan suci Ramadhan, yakni Bubur Sabilal. Bubur ayam yang memiliki citarasa khas tersebut kini sudah kembali disajikan sebagai menu utama berbuka puasa.

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan, di tahun ini pihaknya kembali mengadakan bukber dengan konsep yang berbeda dibandingkan dua tahun yang lalu.

Ia menjelaskan, perbedaan tersebut terdapat di bagian pola pembagian bubur. Biasanya dibagi menggunakan piring. Kali ini jemaah akan bubur akan dikemas menggunakan tempat khusus.

“Tidak bisa dipakai kembali kotak ini. Karena styrofoam makanan hanya untuk sekali pakai saja,” ucapnya.

Tidak hanya bubur, pihak pengelola Masjid Sabilal Muhtadin juga menyediakan kue dan minuman teh hangat yang disuguhkan kepada para masyarakat.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Selain itu, pihaknya juga akan memindahkan lokasi jamaah dalam menyantap hidangan berbuka puasa. Jika dulu boleh berbuka di dalam ruangan atau aula masjid, sekarang dialihkan ke luar ruangan dibagian suffah atau teras masjid.

Menurutnya, ruang terbuka yang digunakan oleh panitia merupakan bangunan yang masih satu kompleks dengan masjid di Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

“Alasan utama pindahnya lokasi berbuka puasa ini dikarenakan pentingnya udara terbuka dalam penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga sudah mengatur jarak aman dengan sedemikian rupa antar satu warga dengan yang lain.

“Semua ini dilakukan demi mengurangi resiko penularan Covid-19 yang terjadi di kota kita,” pungkasnya.

Disamping itu, pria dengan sapaan Quthni itu menambahkan bahwa perlengkapan serta dana untuk penyelenggaraan berbuka puasa di bulan Ramadhan ini selalu dibantu oleh donator.

“Macam-macam, mulai dari Pemda (Pemerintah Daerah) hingga masyarakat yang berdonasi ke sini,” tuntasnya.

Sementara Itu. Salah seorang warga asal Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Muhammad Syaiful Riki mengaku sengaja datang ke masjid sabilal untuk sedikit bernostalgia.

“Sudah lama tidak merasakan nikmatnya bubur ayam yang sabilal. Tahun kemarin kan tidak ada. Jadi selain ingin beribadah saya kesini juga sekalian mengenang masa kecil,” ungkap pemuda berkacamata ini.

Usai menyantap hidangan bubur dan teh hangat dari panitia bukber. Riki mengaku lega dan ketagihan berbuka puasa di sabilal.

“panitianya gercep (gerak cepat) untuk mengatur posisi duduk warga dalam berbuka puasa. Bisa setiap hari saya buka puasa di sini,” cetusnya sambil melempar senyum sumringahnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya