Penyediaan TPU Masih Terganjal Sulitnya Mencari Lahan

Rencana pembangunan TPU haruslah disesuaikan supaya tidak bertentangan atau melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan

BANJARMASIN, KP – Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin memprogramkan untuk membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) sampai sekarang belum mampu diwujudkan.

“Masalahnya, selain keterbatasan anggaran kendala dihadapi karena masih kesulitan sulit mencari lahan yang memadai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar.

Menurutnya kepada KP belum lama ini untuk menyediakan TPU minimal lahan dibutuhkan sekitar 4 hektar, sementara di Kota Banjarmasin lahan seluas itu sangat sulit tersedia karena kebanyakan dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan dan kepentingan lain.

Kalaupun lahannya ada ujar Mukhyar, rencana pembangunan TPU tersebut haruslah disesuaikan dan tidak bertentangan atau melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan.

Mukhyar yang saat ini juga menjabat Plh Sekdako Banjarmasin ini mengakui, rencana pembangunan TPU sudah lama diwacanakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sebelum berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Bahkan ungkapnya, penyediaan anggaran untuk pembangunan TPU itu sudah diajukan ke pihak dewan dalam pembahasan RAPBD tahun 2015 lalu, namun tidak disetujui.

Berita Lainnya
1 dari 3.547

Kendati lanjutnya,sejumlah anggota dewan dari komisi III DPRD dalam kesempatan rapat kerja dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan beberapa beberapa tahun lalu sebelum menjadi Dinas Lingkungan Hidup mendukung pembangunan TPU tersebut.

Dijelaskan, lokasi paling diinginkan untuk membangun TPU waktu itu menurut Mukhyar, adalah di kawasan Lingkar Selatan Basirih. Mengingat lahan di daerah itu masih cukup luas. Alternatif lain di kawasan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Mukhyar mengatakan, mengatakan pembangunan TPU dirasakan cukup mendesak, karena TPU (kuburan muslimin) yang berlokasi di Jalan Masjid Jami Tembus Malkon Temon sudah lama ditutup karena lahan tidak mencukupi lagi dijadikan tempat pemakaman.

Sementara lanjutnya, TPU Muslimin yang juga milik Pemko yang berlokasi di luar kota, yakni, di Jalan A Yani KM 22, Landasan Ulin, Banjarbaru relatif terbilang jauh, sehingga warga Banjarmasin yang meninggal pihak keluarga harus mengeluarkan biaya cukup tinggi untuk pemakaman sanak keluarga mereka.

Dikemukakan, TPU Jalan A Yani Km 22 dengan luas lahan sekitar 8 hektar lebih dan 5 hektar diantaranya disediakan untuk TPU terhadap warga beragama muslim, sedangkan sisanya khusus untuk TPU warga beragama nasrani.

Anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah juga mengakui, bahwa penyediaan lahan pemakaman dirasakan sudah cukup mendesak. Mengingat ujarnya, TPU Kuburan Muslimin sudah over load.

Selain itu kata Aliansyah, Perda tentang pemakaman juga mengamanatkan pengelolaan pemakaman harus tertata dengan baik dan diharapkan menambah ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang hingga kini belum terpenuhi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya