Tinjau Kembali Dokumen Pembangunan Masjid Sabilal

Banjarmasin, KP – Lantai ruang utama Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin retak, tepatnya di antara dua kolom marmer sebelah kanan dari mimbar imam, menyita perhatian Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalsel.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan anggota Intakindo di lapangan, disimpulkan bahwa adanya tegangan tarik dari dinding, yang terjadi settlement/penurunan, di depan dua kolom sehingga mengakibatkan retak pada marmer.

“Dinding sebelah kanan mimbar imam terjadi penurunan, sehingga bangunan tertarik yang mengakibatkan keretakan,” kata Ketua Intakindo Kalsel, Nanda Febryan Pratamajaya. Rabu (26/05) sore, pada awak mwdia melalui sambungan telepon.

Pria dengan sapaan Nanda pun menyarankan agar dilakukan sejumlah pemeriksaan, sebelum nantinya dilakukan perbaikan.

Pertama ia menyarankan untuk kembali meninjau dokumen perencanaan pembangunan masjid yang menjadi ikon bagi provinsi Kalimantan Selatan ini.

Berita Lainnya
1 dari 2.943

“Asbu Drawing ini harus dilihat kembali seperti apa, baru nanti diukur ke lapangan untuk membandingkan datanya. Kalau memang terjadi penurunan maka bisa diukur sudut elevasinya berapa,” jelas Nanda.

Setelah ditemukan titik yang terjadi penurunan, maka di titik itulah yang nantinya harus dievaluasi dan diinvestigasi untuk mencari apa penyebab penurunan struktur pondasi dari bangunan masjid itu.

“Setelah itu baru nanti ada beberapa alternatif untuk pengembalian dari sisi strukturnya supaya lebih aman perbaukannya,” ujarnya.

Kemudian. Ia juga menyarankan untuk melakukan pengecekan elevasi dinding apakah masih ada settlement/penurunan lagi, dan yang kedua pengecekan dan evaluasi retak yang ada pada marmer, apakah masih ada tegangan tarik yang terjadi.

Kendati demikian, ia berharap bahwa kerusakan yang terjadi di lantai masjid tersebut bisa segera diperbaiki. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan kondisi itu bisa bertambah parah.

Pasalnya, ia menilai Masjid Sabilal Muhtadin adalah bangunan umum yang selalu digunakan masyarakat, baik untuk beribadah maupun hanya berkunjung ke lokasi tersebut lantaran ingin melihat ikon milik ibukota Provinsi Kalsel ini.

“Maka dari itu Kalau poin satu dan dua settlement sudah maksimal dan tidak ada perubahan dua hal tersebut, maka marmer bisa di kembalikan/diperbaiki pada kondisi semula (pembongkaran) dan dipasang keramik baru,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya