ABTI Kalsel gelar Rakerprov
Bola Tangan akan dipertandingkan Di Porprov XI HSS

ABTI Kalsel menggelar Rakerprov 2021, antara lain membahas rencana akan dipertandingkannya olahraga bola tangan di Porprov XI HSS.

BANJARMASIN, KP – Cabang olahraga bola tangan rencananya akan dipertandingkan pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Selatan, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada 2022 nanti.

Untuk mematangkan kegiatan lomba perdana ini pihak Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalimantan Selatan, melaksanakan Rapat Kerja Provinsi ABTI di seketariat KONI Provinsi Kalsel, Minggu (12/6/2021) siang.

Hadir pada rapat kerja ini pengurus ABTI Kalsel dan pengurus ABTI Kabupetan/Kota. Dan dipimpin Seketaris Umum ABTI Kalsel, Ricky Fajar Adiputra dan dibuka Wakil Bidang Organisasi KONI Kalsel Drs Syarifuddin mewakili Ketua KONI Kalsel,

Seketaris Umum ABTI Kalsel, Ricky Fajar Adiputra mengatakan rapat kerja ABTI Kalsel ini diantaranya membahas aturan main pertandingan nantinya,.

“Yang jelas karena bola tangan ini perdana dan baru, jadi kita sampaikan ke kabupaten/kota berkaitan dengan Kartu Tanda Anggota yang harus dilengkapi dan KONI Provinsi sampaikan ke cabor Provinsi,” paparnya.

Berita Lainnya
1 dari 400

Sementara Nadi dari perwakilan ABTI HSS, mengatakan untuk venue nantinya di gabung dengan futsal dimana satu venue ada dua cabang yang bisa dilaksanakan.

“Mudah_mudahan bisa terlaksana berkat dukungandan dorongan dari Koni Provinsi dan koordinasi dengan kabupaten untuk pelaksanaanya,” ucapnya seraya mengatakan HSS pun siap menurunkan atlet bola tangannya pada Porprov nanti..

Sementara Drs Syarifuddin dari KONI Kalsel mengatakan, mereka dari KONI berharap cabang olahraga bola tangan di banua kedepan harus lebih maju. Karena potensi cabor ini kedepannya diprediksi bisa mendapatkan medali.

Karena di cabor bola tangan ini ada 8 medali emas diperebutkan dengan berbagai kategori. Kemudian bola tangan ini tak perlu biaya besar, karena lapangannya bisa indoor bisa juga outdoor dan tim berjumlah 7 orang termasuk kipper, juga bisa 3 atau 4 dan lima pemain masing-masing katagori.

“Dan lapangannya pun tak terlalu lebar yakni 20 m x 50 m sudah bisa seperti mirip main basker dan bola tangan di Kalsel baru berkembang dan di Indonesia bola tangan u di PON Jabar baru eksibisi dan di PON Papua sudah dipertandingkan,” jelasnya.

Di Indonesia yang bisa masuk di PON Papua hanya ada 6 provinsi dan bola tangan ini dari Denmark dan di Indoneia baru berkembang sejak 2016 lalu.

“Dan di Kalsel potensi olahraga ini kedepan sangai baik karena belum banyak diminati dan untuk cari bibit atlet melalui sosialisasi di sekolah-sekolah, yakni di SMP, SMA mulai usia 16 tahun, 17 tahun , 18 tahun,” pungkas Syarifuddin yang juga tokoh otomotif di IMI (Ikatan Motor Indonesia) Kalsel. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya