Mayoritas Orangtua Siswa SMAN 2 Kandangan Setujui PTM

Kandangan, KP – Standar ketentuan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dipenuhi, sekolah-sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) siap menyambut pelaksanaannya.

Selama pandemi Covid-19 ini, pembelajaran sekolah dilaksanakan dengan sistem daring. Di samping itu, sekolah terus berbenah menyiapkan PTM tahun ajaran 2021/2022 yang rencananya diberlakukan mulai 12 Juli ini.

Salah satu sekolah yang menyatakan siap melaksanakan PTM, yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kandangan.

“Salah satu persyaratan wajib, semua guru dan tenaga kependidikan lainnya di tempat kami sudah dua kali suntik vaksin Covid-19,” ucap Kepala SMA Negeri 2 Kandangan Sarjana S.Pd M.Pd.

Sarjana mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan seluruh orangtua siswa terkait persetujuan PTM. Hasilnya, hampir 100 persen orangtua menyatakan setuju sekolah dilaksanakan PTM, bahkan banyak yang sangat menantikannya.

“Dari sebanyak 624 orangtua siswa mayoritas setuju dilaksanakan PTM, dan hanya sekitar 29 orang yang tidak setuju,” sebutnya.

Berita Lainnya
1 dari 528

Sebagian kecil orangtua siswa yang menyatakan tidak setuju itu, akan kembali disosialisasikan tentang kebijakan hasil keputusan bersama itu, ataupun bisa diberikan opsi anak yang bersangkutan belajar secara daring.

Ia menambahkan, semua prasarana dan sarana penunjang protokol kesehatan dalam proses PTM sudah lengkap disiapkan. Sebab, fasilitas itu bisa dan diperbolehkan dari anggaran bantuan operasional sekolah (BOS).

“Kalau masalah fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan sebagainya, kami menjamin akan bisa siap dan cukup,” tuturnya, optimis.

Sarjana menerangkan, dalam PTM pihaknya merencanakan kebijakan pembelajaran dalam dua sesi per hari. Yakni pukul 7.30 sampai 11.30 untuk 50 persen siswa, dan 50 persen sesi ke dua yakni pukul 13.00 sampai 15.30.

Sebelum itu, pihaknya juga telah melakukan simulasi PTM yang berjalan dengan lancar. Serta, ulangan kenaikan kelas juga dilaksanakan di sekolah langsung, dengan metode seperti UNBK dan penerapan protokol kesehatan.

“Kami juga sebelumnya melapor ke Satgas Covid-19 untuk melaksanakan pesantren Ramadan secara langsung, dan dengan penerapan protokol kesehatan kami bisa melaksanakannya,” ujarnya.

Ia berharap, sampai waktunya tiba tidak ada kendala dalam proses PTM. (tor/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya