Mindset Masyarakat Soal Sanitasi Masih Rendah

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaeni mengatakan, kesadaran warga akan pentingnya menjaga sanitasi masih perlu untuk ditingkatkan.

Menurutnya hingga saat ini masih belum banyaknya warga yang belum berlangganan pengelolaan air limbah.

” Kendati di wilayah tempat tinggal mereka sudah ada jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” ujarnya

Hal itu dikemukakannya kepada { KP} usai rapat pembahasan Raperda tentang pendirian Perusahaan Umum Daerah Pengelola Air Limbah Domestik, di ruang komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Selasa (7/6/2021).

Sebelumnya ia mengemukakan jika Raperda ini nantinya disahkan dan ditetapkan menjadi Perda, maka badan hukum PD PAL berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah ((Perumda).

Ketua komisi membidangi masalah pembangunan dan lingkungan ini menandaskan, perlu kiranya peningkatan sosialisasi untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat untuk berlangganan IPAL.

Selain ia juga mengharapkan, PD PAL perlu membentuk tim cepat tanggap dalam memberikan pelayanan secara cepat kepada pelanggan jika ada gangguan jaringan pada jaringan perpipaan pengolahan air limbah.

Berita Lainnya
1 dari 2.988

Sementara Direktur Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah Kota Banjarmasin Rahmatullah mengakui, ada beberapa hal yang menjadi tantangan ke depan perusahaan yang kini dipimpinnya.

Salah satunya ujarnya, mengubah mindset atau pola pikir masyarakat, perluasan jaringan perpipaan, serta permodalan yang tidak sedikit,” ujarnya.

Rahmatullah menyebut, sejak PD PAL dibangun beberapa tahun silam hingga kini baru sekitar 700 pelanggan. Ia menilai Jumlah tersebut jauh dari target berdasarkan program pemerintah. Yakni terpenuhinya air bersih dan sanitasi.

Menurutnya persoalan lain dihadapi adalah soal permodalan untuk kepentingan perluasan jaringan yang kini sangat dirasakan masih sangat terbatas.

Namun demikian ia berharap dengan berubahnya status badan hukum PD PAL setelah nantinya menjadi Perumda persoalan ini mampu secara bertahap diatasi.

Apalagi lanjutnya Setidaknya Pemko Banjarmasin sudah menentukan jumlah permodalan untuk PAL hingga tahun 2023. Berdasarkan berdasarkan master plan perencanaan investasi setelah nantinya berubah menjadi Perumda penyertaan modal dipersiapkan mencapai Rp 591 miliar lebih.

“Terkait penyertaan modal ini, maka salah satu dasar hukumnya PD PAL harus diubah dulu menjadi Perumda. Selain untuk penyesuain aturan lebih tinggi yaitu Peraturan Pemerintah Nomor : 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah,” tutupnya. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya