Pertamina Lepas Kapal Riset di Area Konservasi Bekantan

Marabahan, KP – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2021 lalu, Pertamina melepas Kapal Riset bantuan Program CSR Pertamina untuk mendukung kegiatan penelitian di Kawasan Konservasi Pulau Curiak, Barito Kuala, beberapa hari lalu.

Pelepasan dilakukan Pertamina bersama Bupati Barito Kuala, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Kuala, DPRD Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat dan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

Kapal Riset di Stasiun Riset Bekantan ini akan menunjang kegiatan penelitian dan operasional konservasi maskot Kalimantan Selatan yakni Bekantan (Nasalis Larvatus).

Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema “Restoration Ecosystem” ini, selain mendukung peningkatan sarana fasilitas kegiatan konservasi, Pertamina sejak tahun 2015 telah melakukan Restorasi Lingkungan melalui Program Restorasi Mangrove Rambai dengan telah menanam lebih dari 4.000 bibit mangrove untuk memperbaiki Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak.

“Peran Pertamina mendukung keberlanjutan lingkungan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 melalui Program Pertamina Sobat Bumi Konservasi Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah dengan menyerahkan satu buah Kapal Riset sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL),” terang Yokky Firza Sukma Hendra, Sr. Spv Fuel RSD Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 789

Bupati Barito Kuala (Batola) Noormiliyani AS beserta anggota Forkopimda Batola mengapresiapi peran Pertamina dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pertamina atas kontribusinya menyelamatkan bekantan dan ekosistemnya di Pulau Curiak Kabupatan Barito Kuala. Atas nama masyarakat dan pemerintah saya mengapresiasi peran Pertamina melalui Program Konservasi, kolaborasi Pertamina, SBI, dan Universitas Lambung Mangkurat bisa menyelamatkan bekantan dan memperluas habitat maskot kalsel di Barito Kuala”, ujar Hj. Noormiliyani AS.

Dalam kesempatan yang sama, Pertamina bersama Bupati Batola dan jajaran juga mengunjungi pasar terapung yang menjual berbagai hasil tangkap perikanan khas Kalimantan Selatan. Aneka ikan seperti haruan (gabus), papuyu (betok), sepat, seluang, udang dan lainnya disuguhkan masyarakat Anjir Muara.

Unit Manager Comm., Rel. & CSR MOR VI Pertamina Regional Kalimantan, Susanto August Satria menambahkan program konservasi bekantan ini merupakan salah satu program unggulan CSR Pertamina yang sudah berjalan sejak tahun 2015 dan akan memasuki fase akhir program pada tahun ini.

Diharapkan program ini dapat dilanjutkan melalui replikasi program disekitar area konservasi bekantan Barito Kuala. Program ini sendiri sebagai bagian program TJSL Pertamina yang masuk kedalam salah satu dari empat pilar program TJSL Pertamina, Pertamina Hijau. Adapun tiga program TJSL Pertamina lainnya antara lain Pertamina Sehati, Pertamina Cerdas dan Pertamina Berdikari. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya