Ada Kuota Kosong di 16 SMP

Banjarmasin, KP – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2021/2022 di semua tahapan akhirnya selesai dijalankan. Namun kuota yang tersedia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin tak juga terpenuhi seluruhnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, hingga PPDB jalur zonasi berakhir pada 30 Juni lalu, tercatat ada sebanyak 16 SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) yang masih kekurangan peserta didik.

“Ini sesuai analisa kita. Dari 6.997 kuota yang disediakan, cuman 6.003 yang diterima dengan sistem aplikasi. Artinya masih ada 994 kursi kosong,” ucapnya pada awak media di lobi gedung Balai kota, Senin (05/07) siang.

Totok memaparkan, 16 SMP yang masih mengalami kekurangan siswa tersebut yakni, SMPN 10, SMPN 13, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 19, SMPN 20, SMPN 22, SMPN 23. Kemudian SMPN 25, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 31, SMPN 32, SMPN 33 dan SMPN 34.

“Rata-rata kekosongan tidak terlalu banyak. Tapi ada sampai kekurangan hingga 160 siswa,” tandasnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.188

Melihat kondisi di atas. Totok menerangkan, bahwa pihaknya masih memberikan kesempatan untuk para orangtua mendaftarkan anaknya secara offline, sampai dengan dimulainya tahun ajaran baru nanti.

“Kita sudah sampaikan kepada orangtua untuk mendaftarkan anaknya lagi ke sekolah yang masih kekurangan siswa. Kita buka sampai 12 Juli nanti,” pungkasnya.

Lantas, bagaimana jika sampai dengan waktu itu kuota peserta didik di sekolah tetap tidak terpenuhi? Terkait hal itu, Totok menyatakan bahwa proses belajar akan tetap berjalan seperti biasa.

“Kalau tidak terpenuhi juga. Belajar mengajar di sekolah tetap berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya. Totok mengakui, bahwa jumlah pendaftar pada PPDB tahun ini cenderung mengalami penurunan. Baik pendaftar melalui jalur Prestasi, Afirmasi maupun Zonasi.

Totok menilai, bahwa kondisi ini menunjukkan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dari Pemerintah.

Disamping itu, faktor lain yang juga membuat jumlah peserta didik berkurang adalah kecenderungan orang tua yang memilih sekolah keagamaan untuk anaknya. Misalnya pondok pesantren ataupun sekolah-sekolah swasta. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya