Antisipasi Ledakan COVID-19
Pemkab Balangan Perketat PPKM dan Prokes

Paringin, KP – Upaya untuk mengantisipasi ledakan persebaran Covid-19 di Kabupaten Balangan terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) optimalisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro dan memperketat protocol kesehatan (prokes), baru baru tadi di Aula Benteng Tundakan kantor Setdakab setempat.

Rakor dipimpin oleh Bupati Balangan, H Abdul HAdi bersama Kapolres Balangan dan Kajari Balangan.

“Menyusul adanya ledakan kasus COVID-19 di provinsi tetangga kita yakni di Provinsi Kaltim dan Kalteng, maka kita harus menyiapkan fasilitas-fasilitasnya. Kemudian, langkah selanjutnya adalah memperketat protokol kesehatan dan PPKM berbasis mikro,” ujar Bupati H Abdul Hadi.

Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat Balangan, dengan masa pandemi COVID-19 yang panjang dan kebosanan yang telah dirasakan, jangan sampai membuat kendur dalam melaksanakan protokol kesehatan di mana pun berada.

“Tadi sudah diberikan arahan dan penjelasan oleh Kapolres dan Kajari bahwa kita tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan, karena kita tidak tahu apakah akan terjadi ledakan COVID-19 juga di daerah kita,” katanya.

Lanjutnya, terkait dengan rasa khawatir para kepala desa dalam menggunakan dana desa, tadi sudah dijelaskan juga bahwa sepanjang dana desa itu digunakan untuk kepentingan penanganan COVID-19, tidak mungkin dari kejaksaan atau kepolisian menyelisik masalah itu.

Berita Lainnya

Polres Balangan Gelar Pisah Sambut Kapolres

1 dari 492

“Pesan Kapolres dan Kajari, para kepala desa jangan sampai ragu dalam menggunakan dana desa untuk menangani masalah COVID-19, karena kalau sampai ragu PPKM tidak akan jalan, karena tidak ada serapan dana desa yang refocusing sebanyak 80 persen itu,” tegasnya.

Kemudian mengenai masalah pengaktifan kembali tempat karantina, menurut bupati pemkab hanya melakukan antisipasi saja sebab dana refocusing telah dianggarkan ke sana.

“Karena beberapa waktu lalu kita tidak bisa mengaktifan tempat karantina karena ketiadaan dana. Sekarang dengan adanya refocusing, telah kita anggarkan dan tidak ada alasan lagi untuk tidak mengaktifan itu sebagai antisipasi ledakan COVID-19,” jelasnya.

Sementara mengenai vaksin yang sudah habis, itu artinya tenaga kesehatan bekerja dengan maksimal tanpa adanya vaksin yang masih tersisa.

“Maka dari itu, kami sangat berterima kasih kepada tenaga kesehatan khususnya kepada Dinkes Balangan, karena kinerja mereka memang sangat luar biasa,” kata dia.

Ditegaskan Bupati, mengenai pelajaran tatap muka (PTM), salah satu syaratnya adalah tenaga pengajar dan tenaga pendidik harus sudah divaksinasi, dan vaksinasi kepada mereka sesuai harapan dan jadwal yang dilakukan Disdik Kabupaten Balangan.

“Semoga kita jangan sampai masuk ke zona oranye atau merah. Kalau zona kuning bisa kita pertahankan, maka Insya Allah akan kita laksanakan pelajaran tatap muka sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yakni 12 Juli 2021 mendatang, tetapi harus dengan Prokes yang ketat,” pungkasnya. (srd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya