Isoman Covid-19 Kini Dilayani Telemedicine

Berita Lainnya
1 dari 3.211

Banjarmasin, KP – Penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) mendapatkan obat gratis, baik orang tanpa gejala (OTG) maupun bergejalan ringan, termasuk mendapatkan layanan telemedicine.
“Karena pasien Covid-19 yang isoman juga membutuhkan konsultasi, ketenangan, perhatian dan menerima pengobatan yang benar,” kata anggota DPRD Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said, Senin (12/7/2021), di Banjarmasin.
Untuk itu, pemerintahan lakukan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan rekomendasi layanan telemedicine atau jarak jauh melalui dalam jaringan (daring) terhadap isoman OTG dan bergejala ringan.
“Kalau harus datang ke rumah sakit (RS) untuk konsul dengan dokter akan susah dan menambah risiko,” ujar politisi Partai Golkar.
Altenatifnya, melalui kerjasama dengan 11 telemedicine untuk jasa konsultasi dengan dokter dan pengiriman obat secara gratis.
“Ditanggung teman-teman telemedicine, startup, dan Kemenkes akan memudahkan masyarakat mendapatkan pengobatan yang tepat,” tambah Dewi Damayanti.
Kerjasama Kemenkes dengan 11 platform telemedicine, antara lain: KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Konsultasi gratis, obat-obatan pun sama dari Kemenkes.
“Semuanya dilakukan berbasis digital,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel I, yakni Kota Banjarmasin.
Dijelaskan, contoh paket yang akan dikirimkan secara gratis yang benar-benar tanpa gejala. Daftar obat untuk kasus isoman bergejala ringan seperti multivitamin C, B, E, dan Zinc.
“Paket tersebut juga diintegrasikan dengan lab-lab PCR. Jadi kalau teman-teman ingin melakukan uji PCR juga bisa dilakukan from telemedicine it, kalau hasilnya positif langsung diteruskan,” jelas Dewi Damayanti.
Oleh karena itu, Dewi Damayanti mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memastikan bahwa semua kasus Covid-19 yang isoman kini bakal dapat obat gratis, baik OTG maupun kasus bergejala ringan.
“Kita menginginkan di Banjar Kalsel bisa diupayakan untuk itu oleh Pemprov Kalsel, sebagai langkah antisipasi dan mempersiapkan diri untuk layanan telemedicine,” harapnya.
Lebih lanjut diungkapkan, Kalsel tidak termasuk zona merah, namun dari pengamatan pada beberapa wilayah terutama Kota Banjarmasin, masih banyak yang kurang kesadaran mengurangi kerumunan, masih banyak nongkrong di warung dan cafe.
Sementara yang sakit dan isoman sangat sulit mendapatkan obat yang tepat, bahkan komunikasi dengan dokter pun tidak tahu harus kemana.
“Apalagi diprediksi bahwa varian baru akan menyebar kemana-mana, dan tidak mustahil termasuk Kalsel. Untuk itu Pemprov Kalsel dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan masyarakat harus sudah mempersiapkan diri dalam penanggulangan,” lanjutnya. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya