Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Balangan Diperiksa

Paringin, KP – Menjelang Idul Adha 1442 H, Dinas Pertanian Balangan melaksanakan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang ada wilayah Balangan.

Pemeriksaan yang rutin dilaksanakan oleh tim dari Distan setiap jelang hari raya Idul Adha itu untuk melihat laik tidaknya hewan kurban, terutama jenis sapi.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Balangan Ayu Asrinandi menjelaskan, ada syarat sehingga hewan ternak bisa dijadikan kurban. Di antaranya hewan ternak harus dalam kondisi sehat, jenis kelaminnya harus jantan, dan umur hewan ternak harus di atas satu tahun. Untuk ukuran usia ini khusus untuk ternak sapi.

“Syarat-syarat itulah yang kita di Dinas Pertanian sebagai dinas teknis yang menyelenggarakan, yang dalam waktu H-5 Idul Adha akan menyisir lokasi peternakan, masjid-masjid untuk mengecek hewan-hewan ternak tersebut,” katanya, baru baru tadi.

“Dan Alhamdulillah hasilnya semuanya telah memenuhi syarat dan layak untuk jadi hewan kurban,” tambahnya lagi.

Disebutkannya, syarat hewan yang layak untuk dikurbankan, antara lain hewan harus sehat dan aktif, kemudian bulunya mengkilat tidak kusam, matanya jernih, tidak ada keluar air dari mulut serta hidungnya basah.

Selanjutnya, umur sapi yang dijadikan hewan kurban harus di atas dua tahun, untuk mengetahuinya adalah melalui gambaran melihat gigi hewan yang sudah berganti gigi. Caranya adalah dengan memperhatikan gigi paling tengah.

Berita Lainnya

Disdik Balangan Kembali Usulkan PTM

1 dari 489

Jika sudah berganti, akan ada perbedaan yang sangat besar dengan gigi di sebelahnya. Akar gigi juga sudah masuk lebih dalam ke dalam gusi. Selain itu juga tidak cacat, ciri-ciri hewan yang cacat adalah ekor terpotong, pincang, telinga rusak, buta, dan testis tidak lengkap.

“Hewan kurban juga tidak boleh kurus, yang artinya tidak ada tulang seperti tulang-tulang rusuk atau iga, tulang bagian pinggang, dan pinggul,” jelasnya.

Sementara untuk rata-rata kisaran harga yang dijual oleh pedagang pada tahun ini, bebernya, yaitu berkisar dari Rp14 juta sampai Rp30 juta per ekornya, namun tergantung besar atau kecilnya sapi tersebut.

Salah seorang peternak sapi, Budi Dwi Raharjo mengungkapkan, dirinya telah membuka usaha beternak sapi selama dua tahun belakangan ini. Ia memelihara sapi secara teliti, bahkan rutin mengecek kesehatan setiap hewan ternak yang ada di kandangnya.

“Alhamdulillah dibandingkan tahun lalu, tahun ini mengalami peningkatan penjualan. Pada tahun lalu menjelang Iduladha sedikitnya kami menjual sebanyak 10 ekor sapi, namun tahun ini menjelang Iduladha sudah sudah laku 12 ekor sapi,” ungkapnya.

Pada tahun ini, ucap Budi, penIngkatan minat pembeli pun dirasa sangat cukup tinggi. Ia juga melayani pemesanan sapi ada pula yang sudah siap di kandang. Namun apabila stok di kandang habis, ia pun akan mencari sapi ke Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dan sekitarnya.

“Sapi yang baru datang ke kandang akan mendapatkan terapi terlebih dulu. Tentunya ini upaya untuk menjaga kondisi sapi agar selalu baik dan sehat, dan kami juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan untuk menjaga kesehatan sapi,” imbuhnya.

Petugas dari Peternakan, ketika dipanggil mereka akan datang untuk memeriksa kondisi sapi. Sehingga ada pemeriksaan secara rutin apalagi menjelang hari raya kurban. (srd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya