Komisi II DPRD Kalteng Dorong Budi Daya Madu Kelulut

Palangka Raya, KP – Memiliki prospek menjanjikan dari segi ekonomi, Komisi II membidangi sumber daya (SDA) DPRD Kalimantan Tengah mendukung dan mendorong warga sekitar hutan memelihara madu tanpa sengat atau kelulut.

Ketua Komisi II Lohing Simon diselah melihat Budidaya madu kelulut, di UPT-KPHP Katingan Hulu Unit XVII Katingan Hilir Unit XXX, Kamis (15/7).

Wakil rakya dari Fraksi PDI Perjuangan Kalteng itu mengharapkan agar pihak UPT-KPHP Katingan Hulu Unit XVII Katingan Hilir Unit XXX Kabupaten Katingan, bisa memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam budi daya madu kelulut.

Pihaknya berharap keberadaan UPT-KPHP Katingan Hulu Unit XVII Katingan Hilir Unit XXX ini dapat membawa dampak positif bagi masyatakat. Baik dalam pengelolaan sektor perkayuan, rotan termasuk budidaya madu kelulut, paparnya.

Sementara itu Kepala UPT-KPHP Katingan Hulu, Kristianto menjelaskan bahw potensi kawasan hutan di wilayahnya cukup dan banyak khususnya kayu, rotan, tengkawang, angrek hitam, kantong semar, rusa, beruang madu dan potensi ekowisata air terjun dimana kualitas airnya sangat bagus.

Dijelaskan pihaknya juga melakukan pemberdayaan masyarakat setempat (PMS) diantaranya pelatihan budi daya madu kelulut dan membentuk rumah kreatif.

“Potensi buudi daya madu kelulut sangat menjanjikan hasil yang sangat bagus, saat ini budi daya madu kelulut hanya ada di Kalampangan, Buntok dan Katingan,”terangnya.

Berita Lainnya
1 dari 527

Usaha budi daya madu kelulut ada di 8 kecamatan di Katingan, dimana pada tahun 2022 akan buming dimana sentral madu kalulut ada di Kabupaten Katingan.

Madu kelulut ini bisa jadi sovenir dan juga bisa di sajikan saat dalam acara Pemerintah maupun kegiatan lainya, imbuhnya.

Madu kelulut ini bisa menjadi konsumsi pribadi dan dapat juga dijual untuk usaha, sangat menolong ekonomi waraga sekitar hutan Katingann

Untuk saat ini pada dua lokasi telah dibudidayakan 114 kota madu kelulut dimana dapat menghasilkan 50 liter setiap kali panen.

Panen madu kelulut ini panen dua kali sebulan. Hasilnya bisa mencapai 50 liter.

Dari produksi madu kelulut ini atau sejak Januari -Juni 2021 ini pihaknya sudah menyumbang untuk PSDH sebesar Rp834 ribu dan untuk PAD sekitar Rp1 juta lebih pada Juni 2021.

Kunker di pimpin Ketua Komisi II Lohing Simon, Wakil Ketua Henry M. Yoseph, Sekretaris H. Sudarsono, turut serta HM Sriosako, H.Jainudin Karim, Fajar Hariady, Sengkon, Ina Prayawati, Natalia, Yeni Maria Kahta dan di dampingi sejumlah staf ahli komisi. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya