Pasca Iduladha 1442 H, Semua Jenis Cabai Masih Mahal

Banjarmasin, KP – Harga komoditas cabai terpantau masih cukup mahal di pasar tradisional, pasca momen Hari Raya Iduladha 1442 H beberapa hari lalu. Tingginya permintaan masyarakat yang masih dalam suasana perayaan Iduladha menjadikan harganya belum turun.

Kondisi tersebut diungkapkan H Ayan, seorang penjual cabai di Pasar Lama Banjarmasin.

Menurutnya, hampir sepekan terakhir ini harga semua jenis cabai rata-rata mengalami kenaikan.

“Sudah lebih seminggu ini harga cabai mulai naik di pasar. Biasa lah masih dalam suasana lebaran. Apalagi, cabai rawit yang sangat melambung harganya,” ujarnya, Kamis (22/7).

“Cabai jenis taji hijau sekarang harganya Rp 60 ribu per kilogram sebelumnya Rp 40 ribu per kilo. Kalau taji merah saat ini Rp 80 ribu per kilogram, sebelumnya sekitar Rp 60 ribuan per kilonya,” terangnya.

Bahkan, lanjut H Ayan, beberapa waktu lalu cabai taji merah ini pernah menyentuh harga hingga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

“Ini masih mending, sudah turun, soalnya sempat harga cabai taji merah ini Rp 120 ribu perkilo,” tambahnya.

Sementara, untuk jenis cabai keriting sebelumnya Rp 25 ribu, saat ini harganya menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Begitu pula dengan cabai merah yang pekan lalu masih Rp 20 ribu, sekarang jadi Rp 40 ribu per kilogram.

Berita Lainnya
1 dari 857

Sedangkan, untuk cabai jenis rawit ia mengaku tidak berani menjual, lantaran harga modalnya sudah lebih dari Rp 100 ribu.

“Mahal sekali. Saya tak berani spekulasi menjual. Bahkan, saya dengar ada yang menjual seharga Rp 150 ribu sekilo. Baik cabai rawit dari Pulau Jawa maupun cabai rawit Banjar sama-sama sangat mahal,” keluhnya.

H Ayan memahami, sulitnya perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19, ditambah melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat.

“Konsumen kebanyakan membeli cabai secukupnya saja. Ada yang beli Rp 2 ribu, ada Rp 3 ribu, atau Rp 5 ribu,” ujarnya maklum.

Selain harga cabai yang naik, harga komoditas tomat di pasaran juga ikut naik.

“Tomat juga naik, dulu per kilonya Rp 10 ribu sampai 12 ribu sekarang Rp 16 ribu. Kalau harga bawang yang turun naik saja,” tuturnya lagi.

H Ayan juga memperkirakan, harga cabai akan berangsur turun dalam beberapa hari ke depan.

“Biasanya, setelah lebaran ini harga bisa kembali normal. Namun, saya juga tidak berani nyetok banyak-banyak, takut lambat lakunya,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya