Rosehan Temukan Jaringan Pipa Di Atas Sungai A Yani

Semangat normalisasi sungai pasca dihantam banjir ‘besar’ di Kalimantan Selatan pada awal Januari 2021 lalu, tercoreng dengan keberadaan pipa saluran air leding.

BANJARMASIN, KP – Hasil temuan ini diungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Selatan HM Rosehan Noor Bachri saat melihat adanya pipa di tengah sungai dan setelah dicek ke lokasi ternyata sebuah pipa besar melintang tidur di bawah-bawah semak. Persisnya di sepanjang Jalan Achmad Yani dari Km 16 hingga menuju ke kawasan Sungai Tabuk.

“Ini sungguh tidak layak dan pantas, saat pemerintah daerah gencar-gencarnya memprogramkan normalisasi sungai. Ini aneh bin ajaib, ada pipa air leding, entah milik PDAM mana, berada di tengah Sungai A Yani,” ucap Rosehan kepada awak media, Selasa (6/7/2021).

Mantan Wakil Gubernur Kalsel ini mempertanyakan apakah kebijakan dengan menaruh pipa di tengah Sungai A Yani untuk sengaja mematikan aliran sungai atau memang modelnya seperti itu.

“Padahal, lazimnya pipa air leding itu ditanam di dalam tanah atau setidaknya ditaruh dari badan sungai. Ini mengapa ditaruh di atas sungai?,” ucap politisi PDI Perjuangan ini.

Ia melihat sepanjang Sungai A Yani terutama di kawasan Gambut, Kabupaten Banjar dipasang pipa berdiameter besar yang sangat menganggu arus sungai.

Berita Lainnya
1 dari 3.205

“Saat ini, kita memasuki musim hujan dan rawan banjir. Tolong pemerintah daerah yang punya wewenang segera menyikapi. Masya, ada pipa di tengah sungai?” cecar Rosehan.

Kondisi pipa di atas Sungai A Yani di ruas jalan sepanjang Km 16-17, Kabupaten Banjar. (Foto : Anang Rosadi Adenansi)

Dia membandingkan dengan kebijakan Pemkot Banjarmasin yang menyikat jembatan atau bangunan yang menghalangi arus sungai.

“Ini aneh, ada pipa PDAM di tengah sungai? Padahal, kondisi Sungai A Yani yang dangkal itu sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat Gambut. Seperti saat banjir lalu, contohnya Rumah Makan Tenda Biru dan kawasan perumahan terendam banjir. Ini sama saja artinya sengaja mematikan fungsi sungai atau aliran air. Saya amati itu seperti pipa itu baru saja ditaruh, bukan proyek lama,” kata Rosehan.

Sementara itu, Ketua LSM Mamfus Anang Rosadi Adenansi pun menuding keberadaan pipa PDAM di tengah Sungai A Yani itu sama saja menzalimi sungai.

“Keterlaluan. Masih adakah moralitas pemimpin daerah ini dalam bertindak dan memimpin. Sudah jelas, hal semacam ini dilarang agama, UU dan menyakiti rakyat, masih saja menzalimi sungai,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Dari informasi yang didapat Anang Rosadi Adenansi, diduga jaringan pipa di atas Sungai A Yani milik PDAM Intan Banjar. “Insya Allah, kami tak akan tinggal diam. Kami akan mengkaji dan segera mengambil sikap,” ucap Anang Rosadi. (vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya