Bupati Apresiasi Kinerja Tenaga
Kesehatan Tangani Pandemi Covid-19

Paringin, KP – Bupati Balangan H Abdul Hadi sangat mengapresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang telah berbuat banyak dalam penanganan Covid-19. Khususnya nakes yang ada di RSUD Balangan.

Menurut bupati, tugas dan tanggung jawab para tenaga kesehatan tidak ringan. Sebab, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, mereka menjadi pihak yang paling rawan terpapar, karena bersentuhan langsung dengan pasien positif.

“Apresiasi setinggi-tingginya dari kami, atas nama pribadi dan pemerintah daerah, bagi para tenaga kesehatan yang sudah berjuang sejak awal pandemi sampai dengan saat ini,” ujarnya, baru baru tadi.

“Karena itu saya minta kepada Dirut RSUD Balangan dan Dinkes agar memberikan suplemen vitamin yang cukup untuk meningkatkan imun Nakes yang bertugas,” tambahnya lagi.

Bupati juga mengatakan, yang tak kalah pentingnya ialah pembayaran insentif kepada Nakes pada masa pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, Pemkab Balangan sudah membayarkan tunggakan insentif pada tiga bulan terakhir tahun 2020. Untuk yang tahun 2021 insentif Nakes akan segera dibayarkan, karena kemampuan anggaran masih terbatas maka kami belum bisa membayar 100 persen tapi pada posisi 65 persen,” ujar Hadi.

Berita Lainnya
1 dari 529

Terlepas dari itu, sebagaimana visi dan misi Bupati Balangan, H Abdul Hadi dan Wakil Bupati Balangan, H Supini, pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Balangan. Baik itu di RSUD Balangan, maupun di Puskemas.

Pada bidang kesehatan, ia ingin menanamkan cara berpikir dan semangat pengabdian kepada Nakes. Sehingga bukan hanya sekadar melaksanakan tugas.

“Karena pemerintah menuntut pengabdian, sehingga pemerintah juga akan mengimbanginya dengan kenaikan insentif terhadap Nakes.,” jelasnya.

“Saya bersyukur pada tahap pertama, saat ada penurunan TPP di Balangan, Nakes tidak terdampak dan menjadi satu pengecualian,” bebernya.

Sebagai orang nomor satu di Balangan, Abdul Hadi meminta kepada tenaga kesehatan (nakes) untuk memberikan pelayanan terbaik, maka insentif terhadap perawat PTT pun dinaikan Rp 500.000 per bulan.

Pihaknya menghendaki pelayanan terbaik pada bidang kesehatan, terutama pada masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Walhasil, Alhamdulillah walau sebagain Nakes sempat terpapar COVID-19, namun upaya penanganan tetap dilakukan secara optimal,” imbuhnya. (srd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya