Ibnu Pertanyakan Oksigen Konsentrator di Lokasi Isoter

Banjarmasin, KP – Keberadaan oksigen konsentrator yang menjadi kebutuhan utama bagi warga yang menjadi isolasi mandiri (isoman) di lokasi isolasi terpusat (isoter) ketika dalam keadaan genting dipertanyakan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Pasalnya, saat meninjau gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjarmasin, di Jalan Baru Besar, Kawasan Mulawarman itu, Ibnu terkejut tidak adanya konsentrator oksigen tersebut.

Padahal, di awal September 2021 nanti, gedung milik Kementerian Sosial Republik Indonesia itu bakal mulai digunakan sebagai lokasi isoter bagi pasien Covid-19 yang tidak bergejala.

Menurut orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini, disamping kelengkapan bangunan yang sudah siap digunakan, masih ada yang kurang ditempat tersebut. Yakni kelengkapan oksigen konsentrator bantuan dari Panglima TNI Republik Indonesia.

“Ini harus dilengkapi yakni oksigen konsentrator. Itu tentunya pertolongan pertama untuk pasien sesak nafas,” ungkapnya disela pemantauan, Senin (30/08) siang.

Ia menjelaskan, pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kondisi dan kesiapan yang ada di bangunan tersebut.

“Hari ini saya memastikan lagi kondisi isoter yang ada di Balai Sosial. Kondisinya sangat representatif, karena memiliki 80 tempat tidur, tempat makan dan tempat berolahraga,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Agar Keluar Dari Level IV

1 dari 3.574

Dikonfirmasi terkait keberadaan oksigen konsetrator, Kepala Dinas kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui bahwa alat bantu bagi warga yang sesak nafas tersebut sudah ada namun masih diletakkan di Rumah Sakit Suktan Suriansyah.

“Ada 25 buah oksigen konsentrator yang kita terima dari bantuan Panglima TNI. 5 kita salurkan untuk RS TPT dan RS Bhayangkara. 20 sisanya kita simpan di RSUD Sultan Suriansyah,” ungkapnya.

Lantas mengapa tidak langsung diletakkan di lokasi isoter?

“Nanti kita antar kesana (Balai Sosial) Kita manfaatkan dulu lah, alhamdulillah sangat berguna,” ujarnya. Selain menyediakan oksigen konsentrator, pihaknya juga bakal memberikan layanan kesehatan dari 18 tenaga kesehatan yang berjaga 24 jam di lokasi isoter.

“Obat-obatan makan dan minuman yang sesuai standar kesehatan, vitamin dan masker juga kita berikan kepada warga yang menjalani isolasi di sana,” ujarnya.

Karena itu, ia pun menghimbau masyarakat yang melaksanakan isoman dirumah, namun merasa tidak representatif, ia menyarankan untuk melakukan isoman di Isoter kawasan Mulawarman itu.

“Jadi kalau isoman merasa tidak mencukupi, rumahnya kecil dan harus berbagi dengan keluarga yang lain, alangkah lebih baiknya kesini saja,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya