Kerumunan Vaksinasi ditengah PPKM Level IV

Banjarmasin, KP – Kegiatan vaksinasi massal yang digelar Pemko Banjarmasin bersama TNI dan Polri di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin malah menjadi kerumunan.

Padahal, Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini masih menyandang status PPKM Level IV akibat tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Ratusan warga tampak memadati kawasan tersebut. Petugas yang berjaga bahkan tampak kewalahan untuk menertibkan warga.

Bahkan tak sedikit warga yang sudah lama mengantri terpaksa dipulangkan dan gagal menjalani vaksinasi dosis kedua untuk mengurai kerumunan.

Selain itu, dibubarkannya antrean tersebut, juga dikarenakan pada kegiatan ini petugas hanya menargetkan sebanyak 1.000 orang per hari. Alhasil, tak sedikit warga yang diminta putar balik gegara target sudah terpenuhi.

“Sudah penuh tadi kata petugasnya,” ucap salah seorang warga, Eka.

Wanita berusia 29 tahun itu mengaku baru mendapat informasi adanya kegiatan vaksinasi massal pada pagi tadi melalui media sosial.

Ia pun mengaku antusias datang dari tempat kerjaan di Liang Anggang Kota Banjarbaru menuju GOR Hasanuddin demi mendapat suntik vaksin dosis kedua.

“Karena di mana-mana stok vaksin kosong. Saya sudah vaksin pertama pada 6 Juli,” ujarnya.

Nasib sama dialami Dodi, warga Banjarmasin berusia 47 tahun itu juga tak kebagian jatah vaksin hari ini.

Dodi pun terpaksa harus kembali ke gedung olahraga di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin Tengah, pada besok (5/8) lebih pagi lagi demi dapat suntik vaksin dosis kedua.

Berita Lainnya
1 dari 3.587

“Vaksin pertama tanggal 26 Juni. Seharusnya vaksin dosis kedua dijadwalkan tanggal 24 Juli, tapi karena vaksin di puskesmas kosong. Lalu, kata petugas juga tidak apa-apa jedanya lebih sebulan,” ujarnya.

Kondisi itu diakui oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia menilai, adanya penumpukan atau kerumunan justru bertentangan dengan penerapan PPKM Level 4.

Menangani hal itu, Ibnu mengaku sudah menyarankan panitia penyelenggara, agar warga yang menjalani vaksinasi diatur per-shift. Misalnya, dalam sejam, yang divaksin berjumlah 200 orang.

“Mulai besok (Kamis) diatur seperti itu. Tadi sudah dibagikan kupon antreannya. Sehingga tidak terjadi lagi penumpukan hingga kerumunan antrean,” harapnya.

Diketahui. Vaksinasi massal di GOR Hasanuddin HM digelar sejak tanggal 4 hingga 6 Juli. Ditargetkan dalam sehari, ada 1.000 warga yang divaksin.

Tapi sekali lagi, vaksinasi ini hanya diperuntukkan bagi warga yang hendak menjalani dosis kedua. Ibnu menekankan, tak ada persyaratan administrasi khusus bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin dosis kedua.

“Warga cukup membawa KTP dan sertifikat vaksin dosis pertama,” tegasnya.

Terpisah. Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, total capaian vaksinasi secara keseluruhan di Kota Banjarmasin, dari tahap pertama hingga ketiga yang sasarannya adalah masyarakat umum sudah menembus angka 27,6 persen. Artinya, masih jauh dari yang diinginkan.

“Minimal untuk pembentukan herd immunity itu, 80 persen dari jumlah total penduduk sudah harus divaksin,” tambahnya.

Untuk itu, melalui vaksinasi massal yang digelar selama beberapa hari sedari kemarin (4/8) itu diharapkan bisa menyuntikkan vaksin dosis kedua sebanyak-banyaknya.

“Ada 69 ribu orang sasaran yang belum divaksin dosis kedua. Semoga bisa diselesaikan, kalau ada vaksinnya,” tuntasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya