KKB dan YN’S Center Gelar Kajian Keislaman Bersama Guru Busu Secara Virtual

Banjarmasin, KP – Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat dan Yayasan Yuni Abdi Nur Sulaiman (YN’S) Center kembali melaksanakan pengajian rutin bulanan yang diisi kajian keislaman.

Hanya saja, lantaran masih di tengah pandemi Covid-19 dan adanya aturan PPKM level IV di Kota Banjarmasin, pelaksanaannya pun digelar secara virtual melalui streaming Youtube YN’S Center di kediaman KH Qomaruddin (Guru Busu), Jalan Kelayan B Gang Gembira, Sabtu (7/8/2021).

Ketua Umum KKB Pusat H Yuni Abdi Nur Sulaiman yang juga Founder YN’S Center turut bergabung mengikuti acara secara virtual. Pada kesempatan itu, ia memohon doa untuk kedua orangtuanya, almarhum H abdussamad Sulaiman HB (H Leman) dan almarhumah Hj Nurhayati.

Selain itu, menurut H Yuni, sapaan akrabnya, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi di antara keluarga besar Bakumpai dan anggota YN’S Center. Juga diharapkan, akan memberi dampak positif bagi seluruh anggota KKB dan YN’S Center, terutama di kalangan anak mudanya.

Berita Lainnya

Bakal Ada Banyak Kursi dan Lampu Taman

1 dari 3.541

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Guru Busu yang bersedia untuk mengisi tausiah pada kajian keislaman kali ini,” ucapnya melalui daring.

Sementara itu, H Mohammad Mobarak, Ketua Departemen Dakwah dan Keagamaan KKB Pusat, mengatakan, selain melaksanakan pengajian rutin bulanan, pihaknya juga akan menggelar kegiatan-kegiatan lainnya yang sudah diprogramkan. Seperti misalnya, pembacaan Al Quran dan kajian tafsir Al Quran untuk para anggota.

“Saat ini, karena adanya edaran pemerintah tentang PPKM Level IV, maka kegiatan pun kita lakukan secara virtual saja,” ujarnya.

Yang terpenting, lanjutnya, dari kegiatan tersebut, semakin menguatkan terjalinnya silaturahmi antar anggota dan menjadi bekal pembelajaran untuk masyarakat sehingga bisa memberikan manfaat serta dapat terus berkelanjutan.

Mengutip isi dari tausiah Guru Busu, katanya lagi, beliau mengajarkan agar umat Nabi Muhammad SAW bisa berpegang teguh pada kesatuan dan persatuan agama Allah SWT. Rukun dan damai, janganlah bercerai berai serta selalu menghormati orangtua.

“Guru Busu mengajarkan, tentang bagaimana bersinergi menjalin kerjasama, silaturahmi dan ‘Jangan Bacakut Papadaan’ (berkelahi antar sesama kita). Hendaknya, selaku umat Islam dan umat Nabi Muhammad, senantiasa menjaga kebersamaan, baik dalam berbangsa, maupun dalam keluarga. Juga, tak lupa untuk selalu menghormati orangtua,” tutupnya, mengutip isi tausiah Guru Busu. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya