Daya Beli Melemah, Harga Telur Ayam Ras Turun

Banjarmasin, KP – Dalam sepekan terakhir harga komoditas telur ayam ras di Banjarmasin mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu penyebabnya, yakni berkurangnya permintaan pasar.

Permintaan telur turun itu diduga ada kaitannya dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berjilid-jilid.

Seperti diungkapkan Indah, pemilik Toko Telur Aqila Zahwa di kawasan Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah, bahwa harga telur ayam ras akan terus turun hingga beberapa hari ke depan.

“Beberapa hari yang lalu, harga telur ayam ras masih Rp 24.000 per kilogram. Hari ini harganya turun jadi Rp 23.000. Mungkin, beberapa hari ke depan turun lagi jadi Rp 22.000 per kilonya,” ujarnya kepada Kalimantan Post, Jumat (3/9).

Menurutnya, Selama PPKM di Banjarmasin, sedikit banyak membuat masyarakat akhirnya menunda atau membatasi berbagai kegiatan hajatan.

Selain itu, operasional hotel, katering, dan restoran bahkan warung makan juga terbatas.

“Padahal, sektor kuliner selama ini menjadi pangsa tertinggi penyerapan telur,” imbuhnya.

Berita Lainnya
1 dari 937

Ia juga menengarai, melemahnya daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 juga memicu turunnya harga telur.

“Sulitnya perekonomian di tengah pandemi berkepanjangan ini menyebabkan daya beli masyarakat juga turun. Yang biasanya beli telur dalam jumlah banyak, saat ini paling beli secukupnya saja,” katanya.

Indah menambahkan, pasokan telur ayam ras ke tokonya cukup normal. Selama ini, dirinya mendapat pasokan dari daerah Tanah Laut dan sebagian lagi dari Pulau Jawa.

“Hampir 70 persen saya dapat pasokan telur ayam ras dari Bati-bati atau Pelaihari, sisanya 30 persen dari Blitar. Kebanyakan dari peternak lokal saja. Kalo stok kurang, baru ngambil dari Pulau Jawa,” terangnya.

Selain telur ayam ras, kata Indah, telur ayam kampung juga mengalami penurunan harga. Yang sebelumnya dijual Rp 3.000 per butir, turun jadi Rp 2.500.

Sementara, lanjutnya, untuk telur itik yang dipasok dari daerah Babirik dan Amuntai, Hulu Sungai Utara. sejauh ini harganya masih normal, berkisar antara Rp 2.300 sampai Rp 2.500 per butir, tergantung ukurannya.

“Semua pasokan telur normal saja. Cuma daya beli masyarakat saat ini yang menurun. Otomatis harga telur ikut turun juga,” tuntasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya