DPR Desak Capaian Penanganan Covid-19 Dengan Data

Afrizaldi memprediksi, salah satu penyebab diperpanjangnya PPKM Level 4 karena Banjarmasin dikarenakan tidak memiliki atau memasukkan data baru secara akurat soal capaian data vaksin Covid-19.

BANJARMASIN, KP – Keputusan Pemerintah menetapkan Kota Banjarmasin untuk memperpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 terus mendapat sorotan dan berbagai tanggapan berbagai kalangan.

Pasalnya, itu karena Pemerintah Kota Banjarmasin sebelumnya mengumumkan dan perpanjangan status PPKM akan turun berada pada Level 3.

Belakangan prediksi itu terbantahkan, setelah pemerintah pusat melalui Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto secara virtual mengumumkan soal PPKM pada Senin (20/9/2021) lalu.

Dalam pengumuman disampaikan perpanjangan PPKM Level 4 untuk Banjarmasin selama dua pekan kedepan hingga 4 Oktober 2021.Anggota DPRD Kota Banjarmasin Afrizaldi mengaku terkejut dengan keputusan tersebut.

Kendati demikian ia juga menyesalkan, lantaran Pemko Banjarmasin sebagaimana disampaikan Walikota Ibnu Sina yang sebelumnya menyakini status PPKM akan turun ke Level 3.

Berita Lainnya
1 dari 3.686

Padahal , data yang disampaikan akan turunnya PPKM menjadi Level 3 itu besar kemungkinan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.” Namun ini justeru disampaikan secara terburu- buru kepada masyarakat,” kata Afrizaldi kepada {KP} belum lama ini.

Anggota dewan dari F- PAN ini mengatakan, terkait status PPKM yang disampaikan Walikota Ibnu Sina maupun Kepala Dinas Kesehatan Machli Riyadi itu dikhawatirkan bisa berimbas terhadap kepercayaan masyarakat soal informasi yang dikeluarkan.

Afrizaldi memprediksi, salah satu penyebab diperpanjangnya PPKM Level 4 karena Pemko Banjarmasin tidak memiliki atau tidak memasukkan data baru secara akurat soal capaian data vaksin Covid-19.

” Padahal capaian vaksin ini merupakan salah satu indikator terkait penetapan status PPKM,” katanya.

Menurutnya hal lain patut menjadi perhatian adalah, soal keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di rumah sakit di Banjarmasin yang kemungkinan masih tergolong tinggi.

Dikatakan, dengan status tetap berada di level IV saat ini tentunya mengharuskan Pemko Banjarmasin khususnya melalui Dinas Kesehatan, mengevakuasi kembali seluruh program dan kebijakan dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19 tersebut.

Terutama lanjutnya, terkait pelaksanaan vaksinasi yang hingga kini baru tercapai 43 persen. Sementara pemerintah menargetkan minimal capaiannya 50 persen.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya