DPRD Kalsel Tetapkan APBD-P 2021 Rp6,7 Triliun

Banjarmasin, KP – DPRD Kalsel menetapkan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun anggaran 2021 sebesar Rp6,7 triliun.


Penetapan tersebut dilakukan pada paripurna dewan, yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin, Kamis (16/9/2021), di Banjarmasin.


Sebelum penetapan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov setempat secara meraton membahas Rancangan APBD-P 2021 tersebut.


Rancangan APBD-P Kalsel 2021 itu terdari dari Pendapatan Daerah Rp6,7 triliun lebih dan Belanja Daerah Rp6,9 triliun lebih atau terdapat selisih kurang sekitar Rp100 miliar.


Namun dalam RAPBD-P 2021 itu untuk Pendapatan Daerah naik 23,81 persen dari APBD Murni dan Belanja Daerah naik 25,85 persen dari APBD Murni tahun yang sedang berjalan.

Berita Lainnya

Komisi I Pantau Pelayanan Publik

Kalsel Dapat Tambahan 91.500 Dosis Vaksin

1 dari 6


Kenaikan Pendapatan Daerah pada RAPBD-P 2021 tetap terbesar dari pendapatan asli daerah (PAD), kendati tidak terlalu signifikan bila dibandingkan dengan dana perimbangan dari pemerintah pusat, mengingat masih di dominasi dari penerimaan pajak daerah, dan terbesar pajak kendaraan bermotor (PKB).


Sedangkan belanja daerah diprioritaskan untuk penanganan hal-hal yang berkaitan dengan pandemi Covid-19, seperti pemulihan ekonomi kerakyatan, kesehatan dan pendidikan.


Wagub Kalsel, H Muhidin mengapresiasi atas segala koreksi yang konstruktif dari anggota DPRD provinsi setempat.

“Koreksi konstruktif tersebut merupakan masukkan berharga untuk arah pembangunan yang akan datang,” kata Muhidin.
Begitu pula persetujuan terhadap RAPBD-P 2021 menjadi APBD-P Sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat.


“Segala yang terjadi atau muncul saat pembahasan RAPBD-P 2021 hendaknya menjadi hikmah dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar mantan Walikota Banjarmasin.


Selain itu, APBD-P 2021 juga diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan.


Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengatakan, APBD Perubahan diharapkan mampu dalam merealisasikan peningkatan pencapaian pembangunan dan kesejahteraan rakyat.


“Terutama dalam pemulihan perekonomian masyarakat yang terdampak akibat pandemi covid-19 yang masih menjadi fokus perhatian dari pemerintah daerah,” kata Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin selaku juru bicara Badan Anggaran DPRD Kalsel. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya