Kasus Harian Covid -19 di Bartim Alami Penurunan

Tamiang Layang, KP – Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Barito Timur, Kalimantan, Ampera AY Mebas menyatakan sejak diberlakukannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di wilayah setempat, memberikan dampak positif terhadap penurunan penyebaran dan angka kasus harian Covid-19.

“Dari epidemiologi dan grafik bisa dilihat bahwa perkembangan Covid-19 selama ini, terjadi penurunan sejak adanya PPKM,” kata Ampera di Tamiang Layang, Jumat (3/9) akhir pekan kemarin.

Menurutnya, penurunan tren kasus COVID-19 juga karena adanya penegasan kepada seluruh camat dan kades untuk memperketat kegiatan-kegiatan yang mengundang orang banyak.

Kata dia, Pemkab Bartim juga sudah menghentikan isolasi mandiri yang dilakukan warga karena dinilai kurang efektif sebagai pengendalian penyebaran COVID-19. Isolasi mandiri diganti dengan isolasi terpusat minimal satu di tiap kecamatan.

“Dengan adanya isolasi terpusat, maka akan mudah dilakukan pengawasan sekaligus pengendalian penyebaran COVID-19,” ucapnya.

Walaupun sudah menurun, Ampera meminta warga harus tetap waspada akan bahaya COVID-19 walaupun sudah terjadi penurunan kasus konfirmasi COVID-19, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kata dia, protokol kesehatan merupakan kunci utama melindungi diri sendiri dan keluarga dari terpapar COVID-19. Protokol kesehatan dimaksud yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Berita Lainnya
1 dari 620

Ampera menambahkan, tren kasus COVID-19 sempat tinggi. Ini disebabkan adanya kelalaian warga dalam melaksanakan protokol kesehatan. Karena itu, kata dia, Satgas akan terus melakukan sosialisasi dan penertiban protokol kesehatan di sejumlah titik yang mengumpulkan orang banyak seperti pasar dan tempat publik lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Ketua Bidang Penanganan Satgas COVID-19 Barito Timur, dr Jimmi WS Hutagalung mengatakan, tingginya angka kematian akibat COVID-19 selama bulan Agustus 2021 disebabkan warga yang enggan mengecek kesehatannya saat ada gejala COVID-19.

“Setelah bergejala parah, baru dibawa ke faskes dan dirujuk ke RSUD Tamiang Layang untuk mendapatkan perawatan,” kata Jimmi.

Selain itu, kata mantan Direktur RSUD Tamiang Layang itu, warga yang meninggal terpapar COVID-19 belum menerima suntikan vaksin COVID-19. Seseorang yang belum disuntik vaksin berisiko tinggi terpapar COVID-19 dengan gejala berat.

“Kita terus berupaya melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity,” kata Jimmi.

Data terbaru dirilis Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Kabupaten Barito Timur , Sabtu (4/9) menyebut ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi dan sembilan orang sembuh dari COVID-19.

Secara kumulatif terdapat 1.958 orang terkonfirmasi COVID-19 dengan rincian 107 orang dalam perawatan, 1.809 orang sembuh, 42 orang meninggal dunia, probable dan suspek nihil.(vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya