Kenyamanan Peziarah, Makam Almarhum Guru Kapuh Segera Dibangun Kubah

Kandangan, KP – Makam almarhum Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Riduan Baseri atau Guru Kapuh, di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai dibangunkan kubah untuk memberikan kenyamanan peziarah.

Sebab, tiap harinya ratusan peziarah datang dari dalam maupun luar daerah. Terlebih saat akhir pekan, mencapai ribuan orang.

Bupati HSS Achmad Fikry, memenuhi undangan keluarga almarhum Guru Kapuh, untuk meletakkan batu pertama pembangunan kubah makam, Senin (20/9/2021) bertepatan 40 hari meninggalnya almarhum.

Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan, pembangunan kubah tersebut merupakan inisiatif keluarga almarhum Guru Kapuh.

“Pembangunan kubah makam almarhum Guru Kapuh ini, untuk memberikan kenyamanan bagi penziarah yang datang,” terangnya.

Pemkab HSS terangnya, mendukung penuh pembangunan kubah tersebut. Terlebih, almarhum Guru Kapuh merupakan salah seorang tokoh agama yang selalu turut membantu pembangunan di Kabupaten HSS.

Achmad Fikry berharap, dengan peletakan batu pertama itu pembangunan kubah bisa cepat selesai.

Berita Lainnya
1 dari 598

Kepada para peziarah, Bupati Fikry mengimbau menaati arahan petugas relawan saat datang melaksanakan ziarah kubur almarhum Guru Kapuh. Serta, menaati protokol kesehatan Covid-19.

“Mari kita terapkan protokol kesehatan sesuai dengan keinginan Guru Kapuh, yang selama hidupnya yang terus melaksanakannya,” pesan Bupati Fikry.

Pada pembangunan kubah tersebut, Pemkab HSS memberikan sumbangan salah satunya desain bangunannya.

Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda HSS Mahyuni menjelaskan, konsep desain menyerupai kubah dalam rencana pembangunan Islamic Center Kabupaten HSS. Sebab terangnya, rencana pembangunan Islamic Center menunjukkan kaitan besar dengan almarhum Guru Kapuh.

Terdapat lima kubah yang menyimbolkan jumlah anak dari almarhum Guru Kapuh. Tempat peziarah dipisah antara laki-laki dan perempuan, terdapat musalla terbuka, hingga toilet laki-laki dan perempuan.

“Seluruh hal terkait desain sudah dikonsultasikan pihak keluarga, termasuk ukuran dan sebagainya sudah mendapatkan persetujuan,” ucapnya.

Mahyuni mengaku, pembuatan desain cukup cepat dalam waktu tiga minggu untuk mengejar 40 hari meninggalnya almarhum.

Peletakan batu pertama itu turut dilakukan Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, Ustaz Muhammad Fauzan, Kapolres HSS AKBP Sugeng Prianto, Dandim 1003 HSS Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan, dan Ketua MUI HSS Diny Mahdany. (tor/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya