Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Vivi Mendapatkan Amanah Dorong Potensi Ekraf Di Banjarbaru

×

Vivi Mendapatkan Amanah Dorong Potensi Ekraf Di Banjarbaru

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm BJB Satu 1
POTENSI EKONOMI- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno melihat potensi ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Banjarbaru Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno melihat potensi ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Banjarbaru Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka.

Sandiaga Uno menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaku ekraf di Kota Banjarbaru. Dan mengamanahkan Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru, Vivi Mari Zubedi untuk fokus dalam menggali dan mencari potensi besar yang bisa dikembangkan untuk Kota Banjarbaru.

Kalimantan Post

Vivi Mari Zubedi, menjelaskan saat ini Kota Banjarbaru memiliki Ekraf bermana Bhanjaruu Bags, yang merupakan sebuah produk baru tas rajut asli buatan pengrajin rajut Kota Banjarbaru, bahkan dinyatakan lolos ekspor ke negeri Merlion, Singapura beberapa bulan lalu.

“Sejak dilantik akhir Februari lalu, saya memang fokus sekali terhadap UMKM kebetulan saya expertise juga. Saya melihat memang potensial sekali,” jelasnya.

Sandiaga Uno juga mendorong pelaku ekraf untuk melakukan vaksinasi agar bisa kembali produktif dan kreatif menjalankan bisnisnya seperti sediakala.

“Saya sangat senang sekali pada kesempatan tadi juga saya melaporkan kepada Menparekraf bahwa kita menjadi top 3 best selling product Bhanjaruu Bags di Singapura,” ujar Sandiaga

Dari kacamata Sandiaga, purun ini menjadi salah satu kekuatan yang bisa dikolaborasikan dengan para pengrajin lainnya diantaranya para pengrajin rajut dan sulam.

“Kita hingga saat ini sedang menggalakkan melalui workshop dan seminar rutin disetiap bulannya untuk melatih para pengrajin ini menaikan standar produk sehingga bisa diterima tidak hanya nasional tetapi juga global,” terangnya.

Vivi menyampaikan untuk food sendiri ia sedang konsen dengan pengenalan hak atas kekayaan Intelektual (HKI). Karena rata-rata 80% di Kota Banjarbaru produk foodnya belum terdaftar HKI. Sehingga itu jadi kendala saat ingin menjual ke luar karena tidak ada klaim mereknya.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Perkuat Tata Kelola Berbasis Data Lewat Bimtek Visualisasi Statistik Sektoral

“Kita harapkan dari semua sektor baik dari sektor legalnya sampai kualitasnya kita perhatikan. InsyaAllah mudah-mudahan bisa diterima di pusat dan Pak Menteri juga telah mengapresiasi dan mendukung kita untuk bisa memajukan UMKM Kota Banjarbaru,” jelas Vivi. (dev/K-3)

Iklan
Iklan