Diduga Putus Cinta, Pemuda Akhiri Hidup di Pohon Karet

Sampit – Seorang pria berumur 25 tahun, warga Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditemukan tewas bunuh diri di kebun karet. 

“Pria ditemukan dalam keadaan tewas, di pohon kebun warga,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Cempaga Iptu Bambang, Selasa (12/10). 

Aksi bunuh diri diduga dilakukan korban pada Senin (11/10). Korban melakukan bunuh diri di kebun karet agar tidak diketahui warga. 

Sementara, diketahuinya aksi bunuh diri tersebut bermula ketika sejumlah teman-temannya datang ke rumah, untuk mencari korban. Namun saat itu, sang adik mengatakan, kakaknya pergi ke kebun seberang sungai. 

Mengetahui hal itu, dua temannya dan kakak korban langsung berupaya mendatangi lokasi. Sampainya di lokasi, korban sudah terlihat tidak bernyawa dengan kondisi bunuh diri. 

Melihat hal tersebut, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah menggunakan perahu kelotok. 

“Keluarga korban tidak bersedia dilakukan visum, dan menerima kepergian korban,” terang Bambang.

Berita Lainnya
1 dari 1.540

Rupanya sebelum aksi tersebut, korban sempat menulis status di WhatsApp. 

Ada 3 status yang diunggahnya di media sosial tersebut. Dengan pesan agar dirinya dicari kalau hingga pukul 15.00 WIB tidak pulang ke rumah. Status ditulisnya menggunakan bahasa Dayak. 

“Amun bara jam 3 aku dia buli, gaui akulah laku dohop dengan kitun (Kalau dari pukul 15.00 WIB saya tidak pulang, cari saja, saya minta tolong dengan kalian),” ujar korban di status WA-nya. 

Korban juga sempat menulis status berisi, “Memang itu pikiran saya (menggunakan bahasa dayak).” Melihat status whatsapp tersebut, sejumlah temannya langsung mencari korban ke rumahnya. 

“Teman korban curiga dengan status itu. Mereka mereka mendatangi rumah korban, dan ternyata korban sudah pergi ke kebun karet di seberang sungai hingga ditemukan bunuh diri,” kata Kapolsek.

Sementara itu, korban nekat melakukan aksi bunuh diri diduga karena putus cinta dengan pacarnya. Dan hal itulah yang menjadi petunjuk bagi teman-temannya hingga mencari korban. 

“Kasus ini menjadi penyelidikan, meskipun keluarga korban menganggap insiden itu murni bunuh diri,” tukasnya. (net/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya