Angkat Isu Feminisme di Pentas ‘Perempuan untuk Perempuanku’

Banjarmasin – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Himasindo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berencana menyelenggarakan sebuah sajian Teater dengan mengusung konsep Feminisme.

Bukan tanpa alasan, keputusan untuk mengambil konsep tersebut lantaran kondisi kesetaraan gender yang masih terus digaungkan hingga saat ini.

Ide besar feminisme adalah memberikan hak dan perlakuan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai hal.

Pimpinan produksi Pementasan, Rizki Akbari mengatakan, melalui pementasan teater ini pihaknya ingin mengajak penonton untuk sama-sama bersikap adil dalam menilai sesuatu yang berkaitan dengan perempuan.

“Ambil contoh seperti isu Pelakor. Dalam label itu, ada kesan bahwa pelakor adalah perempuan aktif dan agresif dalam mencuri suami orang,” ungkapnya saat ditemui awak media di sela latihan, Jumat (26/11) sore.

Padahal, ia menambahkan, hubungan keduanya adalah perselingkuhan. Namun, hanya pihak perempuan yang di stigmatisasi negatif.

“Stigma ini menempatkan perempuan dalam posisi yang salah dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Rizki berharap, setelah menyaksikan pementasan tersebut para penonton bisa lebih peka dan melihat sisi lain persoalan-persoalan yang ada di sekitar, terutama yang menyangkut tentang perempuan.

Hal itu dikarenakan konsep yang dipakai Himasindo sendiri lebih kepada bagaimana seseorang melihat dan memahami perempuan dari sudut pandang berbeda.

Berita Lainnya
1 dari 3.926

“Intinya kami ingin menghadirkan bahan renungan bagi penonton, bahwa jangan memandang perempuan sebelah mata, walaupun perempuan itu terkadang ribet dan sulit untuk dipahami,” ungkapnya.

Mengusung judul ‘Perempuan Untuk Perempuanku’, karya tersebut dipoles oleh Alfin Wahyudi Rahman selaku sutradara.

Menurut Alfin, pementasan itu nantinya akan menghadirkan berbagai macam persoalan dilematis yang kerap menjadi momok bagi perempuan.

“Berbagai macam persoalan emosional akan terangkum dalam sajian kami nanti. Mulai dari cinta, amarah, kehilangan, kasih sayang terhadap keluarga, sampai balas dendam akan kami hadirkan,” kata Mahasiswa Semester 5 Prodi pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Himasindo FKIP ULM Ade Agustiawan mengatakan, pementasan ini merupakan salah satu pembelajaran bagi anggota muda dalam menyajikan sebuah proses kreatif.

Sebenarnya, ia membeberkan, ada dua hal yang ingin dicapai pada pementasan kali ini. Pertama bagaimana caranya pihaknya menghadirkan hiburan sekaligus renungan bagi penonton.

“Kedua, ini merupakan proses pembelajaran bagi anggota muda, tentang bagaimana cara mengelola sebuah pementasan beserta hal-hal detail yang ada didalamnya. Oleh sebab itu, proses ini kami namakan Studi Pentas,” pungkas mahasiswa semester 7 Teknologi Pendidikan FKIP ULM itu.

Disamping itu, Ade menekankan, bahwa pementasan yang akan dilangsungkan di Aula ULM pada Jumat (3/12) 2021 mendatang. Akan dilangsungkan dengan terbatas

“Tentunya akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan jumlah penonton” tandasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya