MPM Muhammadiyah Latih Pengobatan Totok Tuna Netra

Banjarmasin, KP – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Kalsel (MPM) Muhammadiyah Kalsel terpanggil untuk memberikan pelatihan pengobatan bagi kaum disabelitas khususnya bagi tuna netra di Kalsel dengan menghadirkan pelatih mantan Wakil Wali Kota Banjarmasin periode 2005-2010, H Alwi Sahlan.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Kalsel H Hesly Junianto SH, MH menyatakan, pihaknya terus berupaya memberdayakan kaum disabilitas untuk bisa mandiri, memiliki keahlian untuk bisa berusaha nenghidupi diri dan keluarganya.

Salah satunya, kata dia, digelarnya kegiatan ini, bagi kaum disabilitas tuna netra di kota ini, menambah keahlian mereka untuk bisa sebagai ahli pijat profisonal, baik pijat tradisional, refleksi dan totok pengobatan.

“Peserta pada kegiatan ini sekitar 30 orang, sepuluh orang diantaranya perempuan,” tuturnya.

Hesly pun bersyukur antusias peserta mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, apalagi para pendidiknya atau pelatihnya para ahlinya, salah satunya mantan Wakil Wali Kota Banjarmasin H Alwi Sahlan.

“Pak Alwi memang ahli dalam totok pengobatan, kita berterima kasih kepada beliau menyempatkan diri dengan iklas berbagi ilmu kepada para disabilitas,” ujarnya disela-sela kegiatan di Kampus UMB di Jalan S Parman, Banjarmasin, Sabtu (14/11/2021).

Ketua DPW Muhammadiyah Kalsel H Tajuddin Noor juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi bagi kegiatan ini untuk para kaum disabilitas.

“Kami di Muhammadiyah memang memiliki program melalui MPM bagi pemberdayaan bagi kaum disabilitas ini, kita harap membabtu mereka bisa mandiri,” ucapnya.

Menurut dia, MPM Kalsel sudah melaksanakan program ini dengan aktif dan baik di bawah kepemimpinan H Hesly Junianto, hingga banyak kaum disabilitas yang dibina untuk mereka bisa menjalani hidup tetap semangat dan berdaya saing.

“Program ini terus berlanjut, tidak hanya disabilitas tuna netra, tapi tuna lainnya,” kata Tajuddin Noor.

Berita Lainnya
1 dari 3.937

Alwi Sahlan diundang menjadi pembicara pada pelatihan dasar pijat tradisional, refleksi dan totok pengobatan bagi disabilitas tuna netra se-Kota Banjarmasin .

Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel.

Alwi Sahlan mengajarkan pengetahuan bagaimana mentotok pengobatan diantaranya menyembuhkan penyakit jantung, tekanan darah dan ginjal dibagian belakang pasein.

Alwi Sahlan mengaku bersyukur pengetahuan yang dimilikinya dari belajar pula dapat diberikan lagi kepada para kaum disabilitas, dengan harapan ada regenerasi mewarisi keahlian totok pengobatan ini.

Mantan politisi PKS ini berharap bagi kaum disabilitas, khususnya tuna netra di kota ini bisa menjadi perantara penyembuhan bagi masyarakat yang mengidap penyakit dengan totok pengobatan ini.

“Tujuannya kan memberdayakan mereka dan bagi kesehatan masyarakat,” ujar Alwi Sahlan.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Banjarmasin Hamsani menyampaikan rasa terimakasih yang tidak terhingga kepada MPM Muhammadiyah atas perhatian kepada nasib mereka ini.

“Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, pasein untuk pijat sangat kurang, moga dengan kegiatan ini, kita bisa memiliki keahlian dan variasi baru dalam memijat, hingga banyak yang membutuhkan jasa kita,”ujarnya.

Dia menyampaikan, kegiatan atau usaha anggota Pertuni Kota Banjarmasin memang sebagai besar pada jasa pijat, di mana profisi ini membantu bagi keberlangsungan hidup mereka tidak harus tergantung dengan orang lain untuk dikasihani.

“Semoga kami terus bisa mandiri, kami berterima kasih kepada semua yang sudah membantu,” papar Hamsani.(vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya