Kandangan, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) melaksanakan bimbingan teknis diversifikasi produk kerajinan bambu, Senin (8/11/2021) di Graha Wisata Amandit, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado.
Bimtek yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (Disnaker KUKMP) Kabupaten HSS itu, diikuti 20 orang pelaku usaha kecil menengah selama 5 hari.
Instruktur Bimtek dari Sentra Kerajinan Bambu Prinx Gedhe Sleman Yogyakarta, Supardi dan Isnainiah Hidayat.
Tujuan Bimtek untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang produktif, bagi pelaku industri kerajinan dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, dari segi produk maupun kesejahteraan ekonomi.
Kepala Disnaker KUKMP HSS Hendro Martono mengatakan, kegiatan itu sangat penting dalam rangka memajukan industri kecil menengah.
“Memang perindustrian ini berkontribusi dan mempengaruhi kesejahteraan, juga terhadap pengurangan pengangguran di Kabupaten HSS. Jadi ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran kita,” tuturnya.
Hendro menjelaskan, pelatihan kerajinan bambu dipilih, sebab Kabupaten HSS cukup banyak menghasilkan tanaman bambu.
Pemilihan lokasi pelatihan itupun tambahnya, berdasarkan agar mendekatkan dengan para pengrajin bambu. Hal itu, agar sejalan dengan peningkatan industri kecil dengan kearifan lokal diwilayah Kabupaten HSS.
Hendro menjelaskan, pendampingan industri kecil konsepnya dari hulu ke hilir. Tidak hanya pada pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan.
“Dari sini akan tumbuh pelaku usaha kecil yang baru, yang pada akhirnya nanti bisa menyerap tenaga kerja yang lain,” harapnya.
Kegiatan yang turut dihadiri Camat Loksado Fathul Musalli itu, dirangkai penyerahan sertifikat tanah bagi pelaku UMKM. (tor/K-6)














